Profil Nanik S Deyang, Eks Jurnalis Kritis yang Kini Jadi Ketua Badan Gizi Nasional yang Siap Gantikan Dadan Hindayana
--
- Pemimpin Umum perusahaan percetakan majalah wanita berkala "Femme".
- Direktur Utama media cetak berkala Tabloid "Info Kecantikan".
- Komisaris Utama di jajaran majalah tematis, termasuk Tabloid "Info Kuliner", Tabloid "Peluang Usaha", serta majalah analisis politik nasional "The Politic".
- Dewan Redaksi aktif di platform media digital arus utama
Kedekatan emosional serta ideologis antara Nanik S. Deyang dengan Presiden Prabowo Subianto tidak dibangun dalam waktu satu malam.
Read more: Spesifikasi Xiaomi 17T Series Bikin Ngiler dengan Kamera Leica, Hadir dengan Harga Ramah Dikantong?
Hubungan ini telah mengakar kuat secara konsisten dalam konstelasi politik nasional selama hampir satu dekade. Kepercayaan besar mulai diberikan publik saat Nanik ditunjuk menduduki garda pertahanan lini depan sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur yang mengusung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada kontestasi Pilpres 2019 silam.
Ketika Prabowo memenangkan mandate rakyat dan resmi dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia pada akhir tahun 2024, loyalitas Nanik diganjar dengan amanat jabatan birokrasi yang berfokus langsung pada hajat hidup masyarakat kelas bawah. Di bawah Kabinet Merah Putih, perjalanan karier birokrasi Nanik tercatat melintasi lembaga-lembaga vital negara:
- Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan: Dilantik pada Oktober 2024 untuk mendampingi Budiman Sudjatmiko dalam merumuskan strategi penanganan wilayah miskin ekstrem di Indonesia.
- Komisaris Independen PT Pertamina (Persero): Ditunjuk langsung melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-150/MBU/06/2025 pada Juni 2025 untuk memperkuat lini tata kelola perusahaan energi pelat merah tersebut.
- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional: Dipindahkan tugasnya oleh Presiden pada 17 September 2025 guna menjabat sebagai pendamping Kepala BGN saat itu, Dadan Hindayana, dengan fokus utama pada sektor Komunikasi Publik dan Investigasi Lapangan.
Pencopotan Dadan Hindayana menyusul catatan penurunan kualitas makanan di beberapa daerah uji coba kini menempatkan beban berat di pundak Nanik S. Deyang. Sebagai Kepala BGN yang baru, ia tidak bekerja sendiri. Untuk mengamankan rantai pasok dan akuntabilitas keuangan lembaga, Presiden Prabowo turut melantik dua pendamping tangguh, yaitu mantan Deputi Perekonomian BPKP Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN I, serta pakar logistik militer Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN II.