Profil dan Biodata Fabiola Elizabeth Mantan Istri Reza SMASH, Kini Terlibat Kasus Kriminal Love Scamming Rp41 Miliar
--
Nama Fabiola Elizabeth pertama kali mencuat di panggung hiburan tanah air pada era 2018 saat dirinya menjalin hubungan asmara dengan salah satu personel utama boyband legendaris Indonesia, SMASH, yaitu Reza Anugrah. Hubungan beda negara tersebut berlanjut ke jenjang pernikahan pada bulan September 2018 melalui sebuah acara sakral yang digelar tertutup demi privasi keluarga.
Dari hasil pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Killian Adam Anugrah. Sayangnya, biduk rumah tangga mereka tidak bertahan lama.
Pada bulan Juni 2020, Fabiola secara terbuka mengonfirmasi bahwa dirinya dan Reza telah resmi bercerai. Pascaperpisahan tersebut, Fabiola lebih banyak aktif sebagai model lepas dan jarang tampil di layar kaca televisi nasional.
Setelah lama tidak terdengar kabarnya, kepolisian Polda Jawa Tengah mengungkap bahwa Fabiola terbukti bergabung ke dalam komplotan penjahat siber transnasional. Perannya di dalam sindikat ini dinilai sangat krusial oleh penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Jateng:
- Model Pemikat Visual (Umpan Utama): Memanfaatkan latar belakangnya sebagai mantan artis, paras bule, dan kemampuan komunikasinya yang mahir, Fabiola bertugas melayani panggilan video (video call) dengan para target korban.
- Membangun Rasa Percaya (Love Scamming): Setelah korban dipancing oleh tim pemasaran awal, Fabiola akan melakukan pendekatan emosional secara visual untuk meyakinkan target bahwa sosok yang menghubungi mereka adalah nyata dan bukan akun palsu (fake account).
- Manipulasi Investasi Palsu: Melalui ikatan emosional dan rasa percaya yang berhasil dibangun oleh Fabiola, para korban akhirnya bersedia mengirimkan dana dalam jumlah fantastis ke platform investasi palsu milik sindikat tersebut.
Mengingat skala kejahatannya yang bersifat makro dan transnasional, Polda Jawa Tengah tidak bekerja sendirian dalam mendalami jaringan kriminal tempat Fabiola bernaung. Pihak kepolisian RI resmi menggandeng Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI). Langkah kerja sama internasional ini diambil lantaran mayoritas korban yang terperangkap dalam tipu daya visual Fabiola dan komplotannya merupakan warga negara asing, termasuk warga negara Amerika Serikat.