Wednesday 24th of June 2026
×

Klarifikasi Evan Marvino Bantah Tuduhan KDRT Terhadap Istrinya Uffridatun Nitami, Tegaskan Sudah Rujuk Baik Baik

Klarifikasi Evan Marvino Bantah Tuduhan KDRT Terhadap Istrinya Uffridatun Nitami, Tegaskan Sudah Rujuk Baik Baik

--

OTONITY.com — Pesinetron tanah air, Evan Marvino, akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk menanggapi tudingan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap sang istri, Uffridatun Nitami atau yang akrab disapa Tami. Kasus ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah Tami mengunggah foto beberapa bagian tubuhnya yang mengalami luka memar dan lebam.

Melalui klarifikasi tertulis di akun media sosial pribadi serta pernyataan langsung saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pemilik nama lengkap Ivan Sigit Pratama ini secara tegas membantah adanya tindakan pemukulan atau kekerasan fisik fatal terhadap istrinya.


Read more: Apa Itu Siaga El Nino Godzilla 2026? BMKG Telah Prediksi Akan Terjadi Kemarau Panjang Ekstrem hingga Awal 2027

Read more: Ini Identitas PMI Asal Aceh yang Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia, Pelaku Berhasil Ditangkap dan Diamankan Polisi

Ia menyebutkan bahwa narasi yang berkembang di kalangan publik sudah terlalu berlebihan dan tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.

Evan Marvino membeberkan kronologi sebenarnya di balik luka lebam yang dialami oleh Tami. Ia mengakui pada malam kejadian situasi rumah tangga mereka sedang memanas dan terjadi perdebatan hebat yang memicu luapan emosinya sebagai suami. Dalam kondisi tersebut, Evan meluapkan amarahnya dengan cara melemparkan sebuah kipas angin berbahan plastik ke arah depan istrinya, bukan ditujukan langsung ke tubuh sang istri.

Menurut penjelasannya, kipas angin plastik yang dilempar tersebut jatuh membentur lantai terlebih dahulu kemudian bagian depannya memantul dan tidak sengaja mengenai tangan Tami hingga menimbulkan luka.

Mengenai tuduhan pelemparan kursi drum, Evan meluruskan bahwa dirinya mengarahkan kursi tersebut ke arah cermin di depan istrinya karena merasa buntu saat mencoba berdiskusi di tengah tensi yang tinggi.

Sumber:

UPDATE TERBARU