Waspada Dampak Fenomena Godzilla El Nino di Indonesia, Begini Penjelasan BMKG dan BRIN tentang Tanda-Tandanya
--
Analisis Peluang Intensitas Menurut Pemodelan Iklim
Data pemodelan iklim global yang dirilis oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) sempat menunjukkan peluang kemunculan El Nino yang sangat tinggi dengan potensi menguat.
Meski istilah monster iklim ini ramai dibahas, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan pemutakhiran data berdasarkan analisis model iklim dunia terbaru. Pihak BRIN menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya Godzilla El Nino dengan tingkat ekstrem atau super kuat tergolong kecil karena kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra Hindia bagian barat saat ini terpantau berada pada fase netral.
Kendati peluang intensitas ekstremnya mengecil dan pemodelan menunjukkan kecenderungan fase moderat hingga kuat, BMKG mengonfirmasi bahwa fenomena El Nino tahun ini diprediksi akan bertahan dalam waktu yang cukup lama, bahkan berpotensi berlanjut hingga awal tahun depan. Karakteristik durasi yang panjang ini tetap membawa implikasi serius terhadap pergeseran pola cuaca di tanah air.
Dampak Penurunan Curah Hujan dan Perluasan Sektor Kemarau
Dampak langsung dari aktifnya fenomena iklim di Samudra Pasifik ini adalah terjadinya penurunan curah hujan secara drastis di sebagian besar wilayah Indonesia. Berkurangnya pasokan hujan menyebabkan awal kemarau datang lebih cepat dari rata-rata klimatologisnya, dengan sifat musim yang jauh lebih kering dibandingkan kondisi normal.