Wednesday 21st of January 2026
×

Profil Thomas Djiwandono: Dari Bendahara Gerindra, Keponakan Kepercayaan Prabowo hingga Masuk Bursa Calon Petinggi Bank Indonesia 2026

Profil Thomas Djiwandono: Dari Bendahara Gerindra, Keponakan Kepercayaan Prabowo hingga Masuk Bursa Calon Petinggi Bank Indonesia 2026

--

Perjalanan Karier: Dari Jurnalistik ke Analis Keuangan

Sebelum terjun ke dunia politik dan birokrasi, Thomas mengawali kariernya sebagai jurnalis. Ia tercatat pernah menjadi wartawan magang di Majalah Tempo pada tahun 1993 dan kemudian bergabung dengan Indonesia Business Weekly pada 1994. Pengalaman ini memberikan perspektif kritis dalam melihat fenomena sosial dan ekonomi.

Kariernya kemudian bergeser ke sektor keuangan profesional di Hong Kong, di mana ia menjabat sebagai analis keuangan di Whitlock NatWest Securities. Pengalaman internasional ini memperkuat kemampuannya dalam melakukan analisis kuantitatif dan memahami mekanisme pasar global.


Read more: Mata Ade Rai Sakit Apa? Ini Penjelasan Lengkap Kondisi Mata Ade Rai yang Jadi Sorotan Publik

Read more: Download Plugin Gedung DPR TheoTown Terbaru 2026, Gratis & Mudah Dipasang! Begini Panduannya

Sekembalinya ke Indonesia, ia menduduki posisi strategis sebagai Deputy CEO di Arsari Group, sebuah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor termasuk agrobisnis dan sumber daya alam.

Kiprah Politik dan Jabatan Pemerintahan

Thomas Djiwandono dikenal sebagai "bendahara kepercayaan" di Partai Gerindra. Sebagai Bendahara Umum, ia bertugas mengelola keuangan partai dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Loyalitas dan kemampuannya membuatnya dipercaya sebagai penghubung utama dalam proses sinkronisasi anggaran saat transisi pemerintahan dari Presiden Jokowi ke Presiden Prabowo.

Pada Juli 2024, ia resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu II) mendampingi Sri Mulyani Indrawati. Kehadirannya dipandang sebagai jembatan untuk memastikan program-program prioritas pemerintah baru, seperti makan bergizi gratis, mendapatkan landasan anggaran yang kuat. Memasuki tahun 2025, ia juga dipercaya menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara Ex-officio.

Pada Januari 2026, nama Thomas Djiwandono semakin santer dibicarakan di kalangan ekonomi sebagai salah satu kandidat kuat untuk mengisi posisi strategis di Bank Indonesia (BI). Dengan kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp73 miliar, Thomas dinilai sebagai sosok profesional yang telah selesai dengan dirinya sendiri dan fokus pada pengabdian negara.

Sumber:

UPDATE TERBARU