Wednesday 21st of January 2026
×

Profil Emirsyah Satar: Jejak Kelam Sang Mantan Dirut Garuda dalam Skandal Korupsi Lintas Negara hingga Kerugian Rp9,3 Triliun

Profil Emirsyah Satar: Jejak Kelam Sang Mantan Dirut Garuda dalam Skandal Korupsi Lintas Negara hingga Kerugian Rp9,3 Triliun

--

Pada tahun 2005, Emirsyah Satar resmi diangkat menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, maskapai pelat merah tersebut mengalami transformasi besar melalui program "Quantum Leap". Emir berhasil membawa Garuda masuk ke jajaran maskapai bintang lima versi Skytrax dan bergabung dengan aliansi global SkyTeam.

Strategi modernisasi armada dan peningkatan layanan yang dijalankan Emir membuat Garuda mampu bersaing di kancah internasional. Puncaknya, ia membawa Garuda Indonesia melantai di bursa saham (IPO) pada tahun 2011. Selama hampir satu dekade kepemimpinannya, Emirsyah Satar dipandang sebagai sosok ikonik yang mampu mengubah citra maskapai nasional dari keterpurukan menuju pengakuan dunia.


Read more: Profil Lengkap Datin Sri Vie Shantie Khan yang Bantah Isu Pernikahan dengan Gubernur Aceh Mualem, Dikenal Penyayang

Read more: Alternatif Baca Komik Selain Bato.to: Pilihan Terbaik di 2026 untuk Pecinta Manga & Manhwa, Koleksi Judul Lengkap!

Skandal Hukum dan Kasus Korupsi

Namun, reputasi gemilang tersebut runtuh ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus adanya praktik suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Rolls-Royce, Airbus, serta ATR. Emirsyah terbukti menerima suap dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) selama masa jabatannya sebagai Dirut Garuda.

Pada Mei 2020, Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 8 tahun penjara kepada Emir. Perjalanan hukumnya tidak berhenti di situ; pada Juni 2024, majelis hakim kembali menjatuhkan vonis tambahan terkait kasus korupsi pengadaan pesawat CRJ-1000 dan ATR 72-600. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi publik mengenai pentingnya integritas dalam pengelolaan aset negara.

Sumber:

UPDATE TERBARU