Friday 29th of May 2026
×

Hanania Group Travel Umroh Gagal Berangkatkan Ratusan Jemaah, Sempat Mediasi Kini Dilaporkan Polisi

Hanania Group Travel Umroh Gagal Berangkatkan Ratusan Jemaah, Sempat Mediasi Kini Dilaporkan Polisi

--

ROOT OTONITY - Owner ditangkap polisi! Hanania Group Travel Umroh yang sedang ramai diperbincangkan netizen. Simak sampai habis agar kamu tidak ketinggalan!

Kali ini jagat raya media sosial dihebohkan dengan penipuan ratusan jamaah umroh yang gagal berangkat yang berujung dengan penangkapan sang owner. Perusahaan travel umrah ini diketahui dimiliki dan dikelola oleh pasangan suami istri, yakni Fitriatun Nisa Bahri yang menjabat sebagai Komisaris Utama, dan Ahmad Farhan sebagai Direktur Utama (CEO).


Ingin tahu info lebih lanjutnya? Baca artikel ini sampai habis!

Read more: Link Video Rok Hijau Viral Tiktok & Telegram Lengkap FULL Durasi , Isinya Bikin Netizen Heboh dan Penuh Spekulasi

Read more: Richelle Skornicki Pacar Aliando Syarief Dikabarkan Kabur dari Rumah, Sang Ibu Ungkap Sudah Sebulan Tinggal di Luar

Read more: Karyawan Indomaret Demo Protes Penghapusan Upah Lembur Saat Libur Nasional, Ini Isi Tuntutannya

Kontroversi Hanania Group Travel Umroh

Kegaduhan ini bermula ketika gelombang protes dari sejumlah calon jemaah mulai bersliweran di media sosial. Masalah utama yang memicu kemarahan publik adalah adanya pembatalan keberangkatan secara mendadak, di mana beberapa laporan menyebutkan informasi pembatalan baru diterima jemaah hanya sepuluh hari (H-10) sebelum jadwal keberangkatan, padahal pembayaran sudah dilunasi.

Komplain juga sempat dilayangkan kepada pihak Hanania terkait konflik memanas di timur tengah pada 1 Maret 2026. Nyatanya, program masih berjalan sesuai jadwal.

“29 Januari 2026 mendaftar lewat travel umroh Hanania dengan program Umroh Syawal Dubai dan Al Ula, terus 1 Maret 2026 konflik timur tengah memanas, jamaah menanyakan kabar melalui grup, pihak travel menjawab program umroh masih on schedule.” utas pemiliki akun Threads.

Situasi semakin memanas karena setelah pembatalan tersebut, para jemaah mengeluhkan minimnya kejelasan mengenai jadwal reschedule dan sulitnya proses pengembalian dana. Hal inilah yang akhirnya mendorong netizen untuk terus menuntut transparansi dari pihak Hanania Group.

Tidak adanya rincian yang jelas membuat sebagian jemaah merasa dirugikan. Bahkan, meeting yang sempat diadakan dengan pihak manajemen tidak menemukan titik temu.

Namun, pihak Hanania Group sempat menginformasikan akan adanya penjadwalan ulang lewat akun Instagram official mereka. Bahkan mereka juga menemui pihak Kemenhaj untuk meminta arahan terkait kasus yang mereka alami.

Sumber:

UPDATE TERBARU