Wednesday 17th of June 2026
×

Apa Itu Siaga El Nino Godzilla 2026? BMKG Telah Prediksi Akan Terjadi Kemarau Panjang Ekstrem hingga Awal 2027

Apa Itu Siaga El Nino Godzilla 2026? BMKG Telah Prediksi Akan Terjadi Kemarau Panjang Ekstrem hingga Awal 2027

--

OTONITY.com - Masyarakat Indonesia diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan seiring rilis peringatan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena cuaca ekstrem yang akan melanda tanah air.

Berdasarkan pemutakhiran data iklim nasional, Situs Resmi BMKG mengonfirmasi bahwa fenomena iklim El Nino mulai aktif pada Juni 2026. Siklus panas ini diprediksi memiliki intensitas sedang hingga kuat, serta berpotensi bertahan dalam durasi panjang hingga awal tahun 2027 mendatang.


Read more: Profil Sudaryono Wamentan: Biodata, Riwayat Pendidikan, dan Rekam Jejak Karier Mas Dar yang Kini Jadi Wakil Menteri

Read more: Siapa Eddy Tansil? Profil Buronan Kasus Korupsi Bapindo Terbesar Era Orde Baru yang Paling Diburu Pemerintah Hingga Kini

Di ruang publik, fenomena tahun ini ramai dijuluki sebagai "El Nino Godzilla" oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) maupun pengamat ekologi. Istilah populer tersebut merujuk pada skala pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang memicu mundurnya hari hujan secara drastis, sehingga mengakibatkan datangnya musim kemarau yang jauh lebih menyengat, lebih kering, dan lebih lama dibandingkan ambang batas normal.

Jadwal Puncak Musim Kemarau dan Wilayah Paling Rerdampak

Hingga pertengahan tahun ini, BMKG mencatat zona musim (ZOM) di Indonesia secara bertahap telah bertransisi penuh masuk ke dalam fase kering. Pemerintah memetakan garis waktu serta sebaran geografis dampak penguatan El Nino sebagai berikut:

  • Puncak Musim Kemarau: Deputi Bidang Klimatologi BMKG mengumumkan bahwa puncak kemarau kering ekstrem diproyeksikan merata terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026.
  • Durasi Fenomena: Berdasarkan pemodelan komputer terkini, anomali cuaca panas menyengat ini diperkirakan bertahan melintasi akhir tahun bahkan berpotensi berlanjut hingga periode Maret–Mei 2027.
  • Wilayah Paling Rentan: Analisis kewaspadaan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menunjukkan wilayah Indonesia bagian selatan berada di zona merah kerentanan tertinggi, mencakup Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), pulau Jawa, serta sebagian besar pulau Kalimantan.

Sumber:

UPDATE TERBARU