Gempa Palu M 6,7 Terjadi Mendadak, 38 Warga Mengalami Luka-Luka dan Puluhan Rumah di Berbagai Kota Rusak Berat
--
OTONITY.com - Kepanikan melanda warga Sulawesi Tengah setelah gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sigi, dan sekitarnya pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB.
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak pada koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT. Lokasi tepatnya berada di darat, berjarak sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Meski guncangan memicu trauma mendalam bagi warga pasca-tragedi besar beberapa tahun silam, BMKG dengan cepat memastikan bahwa pemodelan matematis menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini disebabkan karena pusat patahan batuan bumi berada sepenuhnya di wilayah daratan.
Ditinjau dari lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya, BMKG mengungkapkan bahwa peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal.
Pemicu utamanya adalah aktivitas tektonik dari Sesar Sausu, yang merupakan salah satu struktur sesar aktif di kawasan Sulawesi Tengah. Hasil analisis mekanisme sumber dari tim geofisika menunjukkan bahwa gempa memiliki pergerakan turun atau dikenal dengan istilah normal fault.