Heboh! Gudang Ekspedisi di Kebumen Dilempari Bom Molotov, Paket Dijarah Hingga Banyak yang Rusak
--
Polisi masih memburu para pelaku yang melarikan diri dan sedang menyelidiki dugaan pencurian paket dalam insiden tersebut. Hingga saat ini, polisi belum merinci nilai kerugian materiil akibat paket yang dibawa oleh para pelaku atau paket yang dibakar dalam insiden tersebut.
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, sebuah video yang merekam pelemparan bom molotov ke gudang ekspedisi di Kebumen menjadi viral di media sosial.
Read more: Siapa dr Ayu Kusumaningrum? Ini Profil Dokter Kecantikan yang Viral Usai Senggol Amanda Zahra
Kepala Polisi Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menyatakan bahwa awalnya, dua kelompok pemuda sepakat untuk menyelesaikan perkelahian antara individu yang diidentifikasi sebagai WF dan AB.
Pada hari Sabtu (11 Juli) sekitar pukul 01.00 WIB, BG dihubungi oleh FR melalui WhatsApp untuk bertemu di area Jembatan Merah Putih di Desa Kaligending, dengan masing-masing kelompok membawa seorang teman.
"Sekitar pukul 03.00 WIB, kedua kelompok bertemu dan terjadi aksi saling pukul antara BG dan FR. Setelah itu BG melarikan diri ke permukiman warga. Kelompok FR kemudian mengejar sejumlah orang yang diduga merupakan kelompok BG hingga masuk ke area Gudang J&T Karangsambung," kata Krisna dalam konferensi pers di Markas Besar Kepolisian Kebumen pada Rabu (15 Juli).
Kepala Polisi menjelaskan bahwa di depan gudang J&T, salah satu pelaku, yang diidentifikasi sebagai RB, melemparkan bom molotov ke arah WF. Api mengenai jaket korban dan sebagian menyebar ke dalam gudang, membakar beberapa paket J&T.
Read more: Antrian Panjang SPBU di Medan dan Manado Viral, Benarkah Pertalite Hingga Solar Mulai Langka?
Beberapa pelaku kemudian masuk ke dalam gudang dan secara bersama-sama menyerang karyawan J&T tersebut, karena salah mengira mereka sebagai kelompok BG yang bersembunyi di sana.