Tuesday 21st of July 2026
×

Profil Ulta Levenia Nababan, Peneliti Terorisme Global di Lingkaran Istana yang Vokal Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Profil Ulta Levenia Nababan, Peneliti Terorisme Global di Lingkaran Istana yang Vokal Kawal Program Makan Bergizi Gratis

--

OTONITY.com - Dikenal sebagai analis geopolitik yang kerap melontarkan argumen berani di media sosial, Ulta Levenia Nababan terus mencuri perhatian publik lewat perannya sebagai Tenaga Ahli Utama KSP. Di usianya yang menginjak 30 tahun, pendiri organisasi Milenial untuk Pertahanan dan Keamanan (MAPAN) ini aktif menjadi jembatan komunikasi kebijakan pemerintah sekaligus pemikir isu keamanan nasional.

Nama Ulta Levenia Nababan, M.A. kian santer diperbincangkan di ruang publik tanah air. Di usianya yang terbilang muda, perempuan kelahiran Bukittinggi tahun 1995 ini telah menduduki posisi strategis sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia.


Read more: Pengedar Sabu di Tarumajaya Bekasi Ditangkap! Polisi Geledah Kontrakan dan Sita Hampir 1 Ons Sabu

Read more: RANS Youth Sport Series Bakal Ekspansi ke Seluruh Penjuru Negeri, Nagita Slavina Berharap Event Ini Bisa Jadi Wadah Bagi Regenerasi Atlet Muda

Read more: Geger! Joao Angelo De Sousa Mota Klarifikasi Gaji Pengelola Kopdes Merah Putih Ada Kesalahan Dalam Imput Data Manual di Excel

Mengemban tanggung jawab di lingkaran Istana Kepresidenan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Ulta menjadi salah satu representasi generasi muda yang vokal dalam menyuarakan kebijakan negara serta isu-isu ketahanan nasional global.

Ketertarikan Ulta pada dunia politik dan keamanan bukanlah hal baru. Kiprah akademisnya dimulai saat ia menempuh pendidikan sarjana di jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI). Sebagai mahasiswa berprestasi penerima beasiswa Bidikmisi, ia berhasil menyelesaikan studinya dengan baik.

Perjalanan akademisnya berlanjut ke Benua Eropa, di mana ia meraih gelar Master of Arts (M.A.) dalam bidang Security, Terrorism, and Insurgency dari University of Leeds, Inggris. Latar belakang pendidikan tingkat lanjut inilah yang membentuk kompetensi mendalamnya dalam menganalisis peta konflik global.

Sumber:

UPDATE TERBARU