Wednesday 22nd of July 2026
×

Aksi Heroik Kakek Umar Berikan Pelampung ke Cucu Sesaat Sebelum KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, Sebuah Pengorbanan Terakhir

Aksi Heroik Kakek Umar Berikan Pelampung ke Cucu Sesaat Sebelum KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, Sebuah Pengorbanan Terakhir

--

OTONITY – Sebuah foto yang memperlihatkan momen terakhir seorang kakek dan cucunya di atas kapal menggegerkan media sosial dan menyentuh hati netizen. Foto tersebut merekam aksi pengorbanan Kakek Umar (80) yang merelakan baju pelampung terakhirnya demi sang cucu, Naura (13), tepat sebelum kapal kayu KM Nurul Salsa tenggelam di Perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data dari pihak kepolisian dan tim SAR, kapal motor KM Nurul Salsa bertolak dari Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kapal tersebut mengangkut puluhan penumpang beserta muatan barang. Namun, di tengah pelayaran di perairan laut Selayar, kapal mengalami gangguan mati mesin.


Read more: BMKG Peringatkan Dampak Puncak El Nino Kuat dan Perluasan Kemarau Ekstrem di Indonesia, Ini Peta Sebaran Wilayah yang Terdampak

Read more: Siapa Handika Honggowongso? Sosok Kuasa Hukum Don Ritto yang Terjerat Pusaran Mega Korupsi Jampidsus

Kondisi cuaca yang memburuk serta gelombang tinggi membuat kapal oleng hingga akhirnya kemasukan air dan tenggelam. Sebelum kapal benar-benar karam dan komunikasi terputus, keluarga penumpang sempat mengirimkan foto suasana di dalam kapal kepada kerabat mereka di darat. Dari situlah foto Kakek Umar dan sang cucu beredar luas.

Dalam foto viral tersebut, terlihat Kakek Umar mengenakan jaket cokelat sedang duduk berhadapan memandangi sang cucu yang terduduk lesu dengan jaket pelampung keselamatan. Saksi hidup dan keluarga mengonfirmasi bahwa saat kepanikan terjadi di atas kapal, kakek berusia 80 tahun itu berhasil mendapatkan satu jaket pelampung.

Namun, alih-alih memakainya untuk keselamatan pribadi, Kakek Umar memilih menyerahkan dan memasangkan pelampung tersebut kepada sang cucu, Naura, untuk memperbesar peluang selamat sang cucu di tengah gulungan ombak. Kakek Umar sendiri pasrah menghadapi bahaya tanpa menggunakan pelampung.

++++

Munawir (51), salah satu korban selamat dari tragedi KM Nurul Salsa, menceritakan detik-detik mencekam saat mereka terombang-ambing di laut. Ia menceritakan bahwa Naura terus menangis dan menanyakan keberadaan kakeknya setelah mereka terlempar dari kapal.

Read more: Demo Mahasiswa Hari Ini 22 Juli 2026 Tutup Jalan Utama Jakarta, Gelombang Protes Bikin Jalanan Sekitar Jabodetabek Macet

Read more: Siapa Handika Honggowongso? Sosok Kuasa Hukum Don Ritto yang Terjerat Pusaran Mega Korupsi Jampidsus

Saksi mengaku sempat berupaya mencari Kakek Umar di sekitar area reruntuhan kapal. Namun, kondisi malam hari yang sangat gelap serta ombak yang terus membentur membuat pandangan terbatas. Kakek Umar yang tidak mengenakan pelampung diduga terseret arus laut dengan cepat.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan para nelayan lokal terus mengintensifkan penyisiran di perairan Kepulauan Selayar. Dari puluhan penumpang kapal yang dievakuasi, mayoritas berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan dan kapal yang melintas setelah bertahan menggunakan pelampung dan alat apung seadanya.

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap Kakek Umar beserta beberapa penumpang lain yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan. Pihak keluarga dan masyarakat luas terus memanjatkan doa mengharapkan keajaiban bagi Kakek Umar dan para korban tragedi KM Nurul Salsa.

Sumber:

UPDATE TERBARU