BMKG Peringatkan Dampak Puncak El Nino Kuat dan Perluasan Kemarau Ekstrem di Indonesia, Ini Peta Sebaran Wilayah yang Terdampak
--
OTONITY – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait penguatan fenomena El Nino di Indonesia. Pemantauan indikator iklim global terkini menunjukkan anomali suhu muka laut di wilayah Samudra Pasifik (Nino 3.4) telah menyentuh angka +1.47, menandakan bahwa sirkulasi atmosfer kering berada pada kategori kuat . Kondisi anomali iklim global ini berkolaborasi langsung dengan aktifnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin, sehingga memicu perluasan wilayah musim kemarau ekstrem dengan durasi yang diproyeksikan jauh lebih panjang daripada kondisi normal klimatologisnya. Berdasarkan pemutakhiran data pemetaan Zona Musim (ZOM) nasional, BMKG memprediksi bahwa puncak musim kemarau kering di wilayah Indonesia tidak terjadi secara serentak, melainkan berlangsung secara bertahap dalam tiga fase bulanan Fase pembuka dimulai pada Juli dengan cakupan 83 ZOM atau setara 12,26 persen wilayah daratan. Sebagian besar pesisir utara Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sebagian kecil wilayah selatan Kalimantan dan Sulawesi terpantau sudah memasuki fase darurat kekeringan meteorologis sejak pertengahan bulan ini
Peta Sebaran Wilayah dan Tahapan Puncak Kemarau
Puncak perluasan kondisi terkering diproyeksikan akan meledak secara masif pada Agustus. Wilayah cakupan yang terdampak langsung melonjak drastis hingga mencapai 369 ZOM atau mencakup 48,84 persen dari total luas wilayah daratan Indonesia. Sektor-sektor vital di Pulau Sumatra, sebagian besar Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, hingga koridor selatan Papua diprakirakan berada dalam kondisi atmosfer paling kering sepanjang tahun .