Monday 3rd of August 2026
×

Dugaan Bullying: Siswa MTs Pati Kehilangan 2 Jari, Intip Dua Versi Kronologinya

Dugaan Bullying: Siswa MTs Pati Kehilangan 2 Jari, Intip Dua Versi Kronologinya

--

OTONITY.com - Insiden tragis yang menimpa seorang siswa bermarga A (13) di sebuah MTs di Margorejo, Pati, memicu polemik setelah dua ruas jarinya terputus akibat terjepit pagar sekolah. Pihak keluarga menduga kuat adanya unsur pengeroyokan dan perundungan oleh kakak kelas, sementara pihak madrasah mengeklaim peristiwa tersebut murni kecelakaan saat bermain.

Insiden yang mengakibatkan dua ruas jari tangan kiri korban putus tersebut memicu kontroversi besar. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan kronologi yang sangat tajam antara versi keluarga korban dengan klaim sepihak dari manajemen madrasah. Kasus ini pun akhirnya resmi dibawa ke ranah hukum demi mengungkap kebenaran yang sebenarnya.


Read more: Lomba Riset BPDP 2026: Cek Kategori dan 7 Bidang Riset Lomba yang Peluang untuk Semua Jurusan

Read more: Sosok Destry Damayanti, Ekonom Senior yang Ditunjuk Jadi Gubernur BI Sementara Ternyata Track Recordnya Nggak Main-Main

Read more: FINAL! MBG Tak Boleh Ambil Anggaran Pendidikan Mulai Tahun 2028 Mahkamah Konstitusi Wajibkan Budget Dipisah

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga dan pendamping hukum korban, peristiwa bermula pada Senin, 27 Juli 2026, setelah waktu shalat zuhur. Korban diduga terlibat aksi saling ejek nama orang tua dengan kakak kelasnya dari kelas IX. Perselisihan tersebut berbuntut panjang hingga korban dikejar dan diduga dikeroyok oleh tiga orang siswa.

Dalam kondisi panik untuk menyelamatkan diri, korban berusaha memanjat pagar besi sekolah. Nahas, tangan korban terjepit di sela pagar, dan di tengah situasi penuh tekanan fisik tersebut, dua ruas jarinya (telunjuk dan jari manis) terputus.

Klaim mengejutkan dari pihak pendamping korban menyebutkan bahwa potongan jari yang putus sempat langsung dikubur di lingkungan sekolah atas arahan pihak madrasah tanpa memberi tahu keluarga terlebih dahulu. Potongan jari tersebut baru digali kembali setelah pihak keluarga mengetahui kejadian dan membawanya ke rumah sakit demi kepentingan pemulihan dan pemenuhan bukti medis.

Sumber:

UPDATE TERBARU