Alami Mual dan Muntah, Kasus Keracunan Massal 388 Warga di Palupuh Agam Akibat Menu MBG Telur Puyuh
--
OTONITY.com - Menyusul insiden keracunan massal yang menumbangkan 388 warga di Kecamatan Palupuh, Pemerintah Kabupaten Agam bersama Gubernur Sumatera Barat resmi menghentikan total operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palupuh selama satu pekan ke depan. Langkah pembekuan ini diambil guna mendukung investigasi klinis dan sterilisasi fasilitas masak.
Rincian korban terdiri atas 364 siswa dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 24 tenaga pendidik atau guru. Tidak hanya menyasar lingkungan sekolah, dampak paparan hidangan tersebut dilaporkan meluas ke sejumlah ibu menyusui dan balita yang berada di sekitar area posyandu terdekat.
Read more: Daftar Kenaikan Harga Avtur Setelah Pajak: Naik 40 Persen yang Memicu Kebijakan Baru Fuel Surcharge
Kasus keracunan massal ini terjadi di sekurangnya 20 sekolah yang tersebar merata di tiga wilayah administrasi, yaitu Nagari Koto Rantang, Nagari Nan Limo, dan Nagari Pasia Laweh. Para korban mengeluhkan gejala klinis yang serupa, mulai dari sakit perut melilit, pusing, mual, muntah secara berulang, demam tinggi, hingga diare akut.
Skala pasien yang membeludak dalam waktu bersamaan membuat Puskesmas Palupuh dan beberapa Puskesmas Pembantu (Pustu) di sekitarnya sempat kewalahan, hingga sebanyak 237 pasien harus menjalani perawatan intensif di koridor fasilitas kesehatan. Sementara itu, dua korban dengan kondisi klinis paling parah terpaksa dirujuk ke rumah sakit darurat di Kota Bukittinggi.
Seluruh paket makanan yang dikonsumsi oleh para korban diketahui dipasok secara tunggal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palupuh. Kepala SPPG Palupuh, Wahyu Saputra, memberikan klarifikasi bahwa menu makanan yang dibagikan pada hari naas tersebut mengombinasikan lauk pauk berupa telur puyuh dengan lalapan sayuran segar yang terdiri dari potongan timun, tomat, dan selada.