Sunday 6th of September 2026
×

Korban Gempa NTT Dilecehkan di Lokasi Pengungsian, Menteri PPPA Sigap Siapkan Tenda Khusus Perempuan dan Anak

Korban Gempa NTT Dilecehkan di Lokasi Pengungsian, Menteri PPPA Sigap Siapkan Tenda Khusus Perempuan dan Anak

--

"Kita kan kerjanya kolektif ya dari BNPB, Kemensos, dari Kemenko PMK yang juga langsung turun ke lapangan, sudah dipetakan bahwa tenda ini memang tenda khusus untuk perempuan dan anak. Memang ada beberapa tenda yang masih bercampur, tetapi kan ini nggak bisa langsung, butuh waktu untuk pendataan lebih lanjut," ujar dia.

Menteri PPPA Sigap Siapkan Tenda Khusus Perempuan dan Anak

Melalui kesempatan ini ia turut menyatakan bahwa pemerintah telah meminimalisasi kemungkinan-kemungkinan kekerasan seksual yang akan terjadi di tenda pengungsian. Sosoknya turut ingin seluruh warga yang menjadi korban gempa NTT ditangani dengan baik.


Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan pelaku sudah diproses hukum.

Read more: Sosok Terduga Pembunuh Mozza Terungkap, Kasus Dilimpahkan ke Polrestabes Semarang

"Pelakunya sudah diproses hukum," ujar Melki kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).

Kali ini Melki mengatakan korban juga sudah mendapat pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Pemantauan terhadap korban juga dilakukan oleh aktivis perempuan.

"Dan korban sudah didampingi Pemkab Sikka dan aktivis perempuan," jelasnya.

Kejadian yang sangat miris ini bermulai saat korban gempa bumi di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur sedang mencari suaka untuk perlindungan. Namun seorang pria dewasa berinisial M melakukan aksi tercela di dekat area pengungsian warga pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Pelaku membujuk korban dengan modus mengajak mengambil bantuan makanan di rumahnya. Akan tetapi di tengah perjalanan, pelaku mendadak menyeret korban masuk ke dalam sebuah rumah warga yang ditinggalkan penghuninya untuk mengungsi, lalu melancarkan aksi keji tersebut di lokasi kosong itu.

"Polres Sikka telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana tersebut. Saat ini, Satreskrim Polres Sikka sedang melakukan proses penanganan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," jelas Leonardus.

Terkait dengan aksi ini penyidik Satreskrim Polres Sikka telah mengambil sejumlah langkah hukum awal, mulai dari menerbitkan laporan resmi, menerbitkan permintaan Visum et Repertum medis korban, hingga memeriksa pelapor, korban, dan saksi-saksi kunci. Kini, kepolisian terus mengumpulkan alat bukti guna memperjelas perkara dan menentukan status hukum terduga pelaku. 

Demikianlah informasi mengenai berita yang tengah viral diantara masyarakat tanah air ini. Jadi Pastikan kamu mengikuti kami untuk terus mendapatkan informasi terupdate! 

Sumber:

UPDATE TERBARU