Gadis 15 Tahun yang Mengungsi Usai Gempa NTT Alami Pelecehan Seksual, Korban Akui Diiming-imingi Makanan Lalu Diseret ke Rumah Kosong
--
Ketika ditanyai mengenai hal ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyebutkan bahwa korban telah didampingi oleh Kementerian PPPA dan pihak-pihak terkait.
"Untuk itu, memang sudah kita tangani dan sedang dikoordinasikan, kemudian korban juga sudah dalam pendampingan kami, jadi sudah dikoordinasikan dengan baik," jelas Arifah kepada awak media pada Sabtu (5/9/2027).
Korban Akui Diiming-imingi Makanan Lalu Diseret ke Rumah Kosong
Dalam keterangannya Arifah turut menyebutkan korban satu orang dengan usia di bawah 15 tahun. Menanggapi hal ini Kementerian PPPA berkolaborasi dengan berbagai pihak kini tengah mendata pengungsi lebih lanjut untuk menyiapkan tenda khusus perempuan dan anak.
Read more: GEGER! Bayi Baru Lahir Diduga Diculik dari RSU Sundari Medan, Polisi Tetapkan Dua Tersangka
"Kita kan kerjanya kolektif ya dari BNPB, Kemensos, dari Kemenko PMK yang juga langsung turun ke lapangan, sudah dipetakan bahwa tenda ini memang tenda khusus untuk perempuan dan anak. Memang ada beberapa tenda yang masih bercampur, tetapi kan ini nggak bisa langsung, butuh waktu untuk pendataan lebih lanjut," ujar dia.
Melalui kesempatan ini ia turut menyatakan bahwa pemerintah telah meminimalisasi kemungkinan-kemungkinan kekerasan seksual yang akan terjadi di tenda pengungsian. Sosoknya turut ingin seluruh warga yang menjadi korban gempa NTT ditangani dengan baik.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan pelaku sudah diproses hukum.
"Pelakunya sudah diproses hukum," ujar Melki kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).
Kali ini Melki mengatakan korban juga sudah mendapat pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Pemantauan terhadap korban juga dilakukan oleh aktivis perempuan.
"Dan korban sudah didampingi Pemkab Sikka dan aktivis perempuan," jelasnya.
Kami harap informasi yang disampaikan di atas bisa menjawab pertanyaanmu. Sekian pembahasan terkait korban gempa NTT alami pelecehan seksual di lokasi pengungsian. Semoga korban segera pulih dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.