Sunday 6th of September 2026
×

Proyek Tol Kediri-Tulungagung Senilai Rp15 Triliun Mangkrak Terkendala 21 Bidang LP2B, Konten Kreator Ini Soroti Sikap Pemkot

Proyek Tol Kediri-Tulungagung Senilai Rp15 Triliun Mangkrak Terkendala 21 Bidang LP2B, Konten Kreator Ini Soroti Sikap Pemkot

--

Sang kreator meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan mengenai perkembangan persoalan tersebut. Yanuar juga mendorong adanya pertemuan antara pemerintah, investor, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membahas solusi pembangunan.

Sorotan ini muncul di tengah penjelasan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mengenai proses pengadaan tanah untuk proyek tol. Pemkot menyebut terdapat 72 bidang tanah milik pemerintah daerah dengan total luas sekitar 17 hektare yang terdampak pembangunan jalan tol.


Proses verifikasi terhadap calon lahan pengganti disebut telah diselesaikan pemerintah daerah sejak April 2026. Setelah itu, Pemkot mengusulkan 141 bidang tanah kepada Tim Pengadaan Tanah (TPT) untuk diproses sebagai calon lahan pengganti.

Read more: Rekaman CCTV Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Viral Kepergok Lakukan Tindakan Asusila, Berujung Dicopot dan Dipindahkan

Tetapi, sebagian lahan yang diusulkan ternyata berada di kawasan LP2B. Terdapat 21 bidang sawah yang masuk dalam kategori tersebut. Kondisi ini kemudian menjadi persoalan karena LP2B merupakan lahan yang mendapat perlindungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Pemkot menyatakan bahwa proses pembebasan tanah untuk bagian tersebut sementara dihentikan sambil menunggu kepastian mengenai mekanisme penggantian lahan. Tim Pengadaan Tanah saat ini disebut masih menunggu legal opinion dari Kejaksaan Agung terkait penggantian lahan LP2B yang terdampak trase tol.

Pj Sekda Kota Kediri Endang Kartika sebelumnya juga mengatakan pemerintah daerah belum memperoleh lahan pengganti dan masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Di sisi lain Jalan Tol Kediri-Tulungagung memiliki panjang sekitar 44,17 km, terdiri atas 37,35 km jalan utama dan 6,82 km akses penghubung menuju Bandara Dhoho Kediri.

Proyek tersebut memiliki keterkaitan dengan pengembangan Bandara Dhoho yang dibangun PT Gudang Garam Tbk melalui anak usahanya, PT Surya Dhoho Investama (SDHI). Pada awal 2024, Gudang Garam diketahui telah menyuntikkan modal sekitar Rp15 triliun kepada SDHI untuk pengembangan bandara.

Di tengah proses tersebut, perkembangan pembebasan lahan menjadi salah satu faktor yang menentukan kelanjutan pembangunan jalan tol. Sementara itu, sejumlah klaim yang disampaikan Yanuar mengenai pihak tertentu dan dugaan adanya penolakan terhadap solusi pemerintah pusat masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Demikianlah informasi mengenai berita yang tengah viral diantara masyarakat tanah air ini mengenai Proyek Tol Kediri-Tulungagung. Jadi Pastikan kamu mengikuti kami untuk terus mendapatkan informasi terupdate! 

Sumber:

UPDATE TERBARU