Evakuasi Tenggelamnya KM Khatulistiwa 8 Berhenti di Hari Ketiga Usai Korban Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Tuban
--
OTONITY.com - Berikut ini adalah ulasan mengenai informasi yang belakangan ini santer beredar di media sosial terkait dengan Tenggelamnya KM Khatulistiwa 8. Mari simak faktanya yang wajib kamu tau di bawah ini hingga usai!
Baru-baru ini operasi pencarian terhadap Mayan Petter Saba (39), Mualim I KM Khatulistiwa 8 yang hilang setelah kapal yang ditumpanginya bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban, Jawa Timur, akhirnya selesai.
Evakuasi Tenggelamnya KM Khatulistiwa 8
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (10/10/2026), setelah tiga hari pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan. Jasad Mayan ditemukan mengapung sekitar pukul 12.26 WIB.
Lokasi penemuan berada sekitar dua mil laut ke arah selatan dari titik kejadian kecelakaan kapal. Berdasarkan informasi yang disampaikan petugas, korban merupakan warga asal Maluku Tengah. Sementara itu, Kepala Syahbandar Wilker Jenu, Bobby Mulya Kusuma, menyebut korban berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapos Polairud BKO Polresta Tuban, Aipda Joko Nurcahyono, membenarkan penemuan tersebut. Menurut dia, jasad korban ditemukan setelah petugas melakukan penyisiran menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Basarnas.
"Korban atas nama Mayan Petter Saba berhasil diketemukan sekitar 2 mil dari titik TKP ke arah selatan pada koordinat 06° 38.990' S / 111° 56.633' E dalam keadaan meninggal dunia," kata Joko.
Korban Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Tuban
Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi dari laut dan dibawa ke RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak berwenang untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Joko mengatakan, penemuan korban mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan sejumlah unsur penyelamat. Operasi SAR gabungan secara resmi ditutup pada pukul 15.00 WIB.
Kecelakaan laut tersebut bermula pada Rabu (7/10/2026), ketika KM Khatulistiwa 8 bertolak dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia di Tuban menuju Pelabuhan Sampit, Kalimantan Tengah. Kapal itu diketahui mengangkut sekitar 1.850 ton semen dengan total 18 orang awak kapal.
Read more: 700 Polisi-TNI Gerebek Kampung Ambon, 24 Bandar dan Pengguna Sabu Berhasil Digulung Aparat
Dalam perjalanan, kapal tersebut bertabrakan dengan sebuah kapal tongkang yang identitasnya belum diketahui. Insiden terjadi di perairan Tuban, sekitar sembilan mil laut dari pelabuhan. Benturan mengakibatkan lambung KM Khatulistiwa 8 mengalami kerusakan hingga kapal berada dalam kondisi darurat.
Setelah tabrakan, awak kapal berupaya menyelamatkan diri ketika kondisi kapal semakin memburuk dan terancam tenggelam. Sebanyak 18 awak kapal akhirnya melompat ke laut untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Tim penyelamat kemudian melakukan evakuasi terhadap para awak kapal. Sebanyak 17 orang berhasil diselamatkan pada malam kejadian. Dari jumlah tersebut, empat orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis, sedangkan 13 awak lainnya selamat tanpa laporan luka serupa.
Para awak kapal yang selamat selanjutnya ditempatkan di Hotel Fortuna sejak Kamis (8/10/2026) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, Mayan sempat dinyatakan hilang sehingga pencarian terus dilakukan hingga jasadnya ditemukan pada hari ketiga.
Dengan ditemukannya korban terakhir, seluruh awak KM Khatulistiwa 8 telah diketahui keberadaannya. Adapun penyebab pasti tabrakan, termasuk identitas kapal tongkang yang terlibat, masih memerlukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.