Saturday 17th of October 2026
×

Dampak Domino IHSG Anjlok 11% Akibat Sanksi Emiten Besar, Dasco dan CEO Danantara Sambangi Gedung BEI

Dampak Domino IHSG Anjlok 11% Akibat Sanksi Emiten Besar, Dasco dan CEO Danantara Sambangi Gedung BEI

--

OTONITY — Kejatuhan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 11 persen memberikan dampak domino yang cukup signifikan terhadap berbagai sektor perekonomian nasional.

Para pelaku industri keuangan, manajer investasi, serta lembaga pengatur pasar modal kini tengah bergegas merumuskan langkah-langkah mitigasi guna memulihkan kepercayaan investor dan menstabilkan kembali iklim investasi di Indonesia.


Menurut laporan dari lantai bursa, aksi pelepasan saham secara serentak tidak hanya terjadi pada emiten lapis kedua, tetapi juga menghantam saham-saham *blue chips* yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan IHSG.

Tekanan eksternal seperti ketidakpastian geopolitik global, fluktuasi harga komoditas dunia, serta kebijakan suku bunga bank sentral global menjadi faktor utama yang mendorong investor menarik dana mereka dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Read more: Kronologi Penyerangan 1 Keluarga di Brebes, Berawal dari Cekcok Hingga Berani Bacok!

Menanggapi situasi kritis ini, Menteri Keuangan bersama Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa fundamental ekonomi domestik masih berada dalam kondisi yang relatif kuat dan terkendali. Defisit anggaran, cadangan devisa negara, serta pertumbuhan ekonomi nasional dinilai masih mampu menopang tekanan eksternal meskipun pasar modal sedang mengalami kepanikan jangka pendek. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga koordinasi yang erat dengan otoritas moneter guna memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga.

Di sisi lain, para asosiasi analis pasar modal mengingatkan para investor agar tetap rasional dalam membaca situasi. Koreksi tajam ini, meskipun mengejutkan, sering kali membuka peluang bagi investor institusional untuk melakukan akumulasi pembelian saham berfundamental kuat dengan harga diskon.

Namun demikian, manajemen risiko tetap harus diutamakan mengingat volatilitas pasar diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Sumber:

UPDATE TERBARU