Video Viral Detik-Detik Razia Kelab Malam di Jakarta, Bareskrim dan BNN Nyatakan Sejumlah Individu Positif Etomidate-Sabu
--
OTONITY.com - Waduh bikin geger! Di bawah ini merupakan pembahasan terkait dengan penggerebekan kelab malam di Jakarta yang sudah kami siapkan khusus untuk kamu! Informasi ini sukses buat media sosial gempar!
Baru-baru ini, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggelar razia gabungan di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta pada Sabtu (17/10/2026).
Yang mana dalam operasi ini, 9 orang pengunjung dinyatakan positif mengandung indikasi penggunaan etomidate dan amfetamin atau sabu berdasarkan hasil pemeriksaan urine. Begini penjelasan selengkapnya!
Video Viral Detik-Detik Razia Kelab Malam di Jakarta
Kanit Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, AKBP Ivan Adhitira, mengonfirmasi temuan tersebut kepada wartawan pada Minggu (18/10/2026). Dari sembilan orang yang terjaring, enam orang ditemukan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), sedangkan tiga lainnya berasal dari wilayah Jakarta Timur.
“Dari kesembilan orang tersebut itu positif etomidate dan amfetamin atau sabu,” kata Ivan.
Operasi ini menyasar sejumlah titik tempat hiburan malam, terutama di kawasan PIK 1 yang berada di Penjaringan, Jakarta Utara, PIK 2 di Tangerang, serta wilayah Jakarta Timur. Pelaksanaannya dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Parluhutan Siagian bersama Pelaksana Tugas Deputi Pemberantasan BNN, Adri Irniadi.
Sebanyak 462 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut. Jumlah itu terdiri atas 146 personel Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, 95 personel Sabhara, 32 personel Provos, 29 personel Paminal, dan 160 personel BNN.
Selama razia berlangsung, petugas memeriksa pengunjung dengan menggeledah barang bawaan, termasuk kantong pakaian, tas, dan dompet. Pengunjung juga menjalani tes urine di lokasi untuk mendeteksi kemungkinan penggunaan narkotika.
Selain menemukan sembilan orang dengan hasil tes positif, petugas menyita rokok elektrik atau vape yang diduga mengandung cairan etomidate. Barang bukti tersebut masih memerlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kandungan zat di dalamnya.
Etomidate merupakan obat yang digunakan dalam praktik medis sebagai anestesi untuk membantu proses pembiusan. Namun, penyalahgunaan zat ini di luar pengawasan medis dapat menimbulkan risiko kesehatan. Temuan vape yang diduga mengandung etomidate dalam razia tersebut menjadi salah satu hal yang masih ditindaklanjuti petugas.