Tuesday 18th of June 2024
×

Beginilah Sosok Indrat Supaat Semasa Hidupnya, 15 Tahun Meninggal Jasad Masih Utuh! Berjuang di Garis NU dan Menjadi Banser

Beginilah Sosok Indrat Supaat Semasa Hidupnya, 15 Tahun Meninggal Jasad Masih Utuh! Berjuang di Garis NU dan Menjadi Banser

--

OTONITY.com - Dalam rencana pembangunan proyek Tol di Desa Brangkal, salah satu tahap yang dilakukan adalah pemindahan makam. Ada sebuah keajaiban saat memindahkan makam. Dimana, ada jenazah yang telah meninggal 15 tahun, namun jasadnya masih utuh. Inilah sosok mengenai Indrat Supaat. 

Kejadian penemuan jenazah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Klaten bernama Indrat Supaat yang meninggal 15 tahun yang lalu dalam kondisi utuh dan sebagian kain kafannya masih bersih telah menjadi perbincangan viral di media sosial.


Jenazah yang masih dalam keadaan utuh ini ditemukan ketika dilakukan penggalian makam untuk dipindahkan ke lokasi lain yang terdampak proyek tol di Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.

Muh Fauzan, Ketua Tim Pemindahan Makam di Desa Brangkal, menyatakan bahwa jumlah total jenazah yang terdaftar untuk dipindahkan mencapai 272 jenazah. Dari jumlah tersebut, 72 makam tidak memiliki nama dan ahli waris yang dapat diidentifikasi.

Baca juga: Viral! Link Video Guru Madrasah Vs Siswi Durasi Full 2 Menit, Sudah Menyebar di Media Sosial

Baca juga: Viral! Pasangan Sejoli Berbuat Mesum di Pantai Mattirotasi Parepare, Videonya Tersebar di Media Sosial

Baca juga: Keluarga Kecewa Upaya Banding Ferdy Sambo Ditolak, Sambo Tetap Dihukum Mati, Kapan Eksekusinya?

“Kalau yang tercatat ada ahli warisnya ada 200 makam,” ujar Fauzan kepada NU Online Jateng, Ahad (5/11/2023).

Pada penggalian jenazah Indrat pada Rabu (1 November 2023), ditemukan jenazah yang masih terbungkus dalam kain kafan dalam kondisi utuh, dan sebagian kainnya masih bersih. Tim tidak membuka kain kafan yang lama karena pertimbangan tertentu.

"Begitu selesai diangkat, kemudian jenazah yang telah berusia 15 tahun langsung dibungkus dengan kain kafan yang baru untuk dipindahkan di lokasi yang telah ditetapkan.

Dalam proses penggalian dan pemakaman kembali semua jenazah yang dipindahkan, mereka bekerja sama dengan jamaah yang berasal dari Ngaliyan, Kota Semarang, yang dipimpin oleh Joko.

Sumber:

UPDATE TERBARU