Wednesday 28th of February 2024
×

Viral di Twitter! Kisah Yati dan Waluh Kukus Bikin Penasaran Warganet, Endingnya Ternyata Tak Sesuai Ekspektasi

Viral di Twitter! Kisah Yati dan Waluh Kukus Bikin Penasaran Warganet, Endingnya Ternyata Tak Sesuai Ekspektasi

--

OTONITY.com - Yati menjadi sorotan di media sosial Twitter. Dilansir dari MNC Portal, Yati mengacu pada kisah sedih tentang waluh kukus. Apa kaitannya waluh kukus ini dengan Yati? Berikut rincian lengkapnya yang dikutip dari MNC Portal.

Kisah ini dibagikan oleh pengguna Twitter @ainayed. Dia memulai serangkaian cerita dengan menanggapi cuitannya sendiri yang menyatakan 'Aku punya trauma dengan waluh kukus'


Pengguna akun ini memulai kisah dengan mengungkapkan bahwa dahulu kala, mereka hidup dalam kondisi yang sangat kurang. Ibunya bekerja sebagai buruh serabutan, sementara ayahnya meninggalkan mereka.

Bekerja sebagai buruh serabutan, ibunya ternyata tak cuma menerima uang sebagai upah, tapi beberapa kali juga dalam bentuk makanan atau bahan makanan. Nah, suatu ketika ibunya si netizen ini bantu seseorang memanen waluh (labu kuning). Sebagai upah, diberilah dua waluh, satu berukuran kecil, satunya besar.

Waluh yang diberikan sebagai upah ternyata masih mentah, masih berwarna hijau. Jadi, disimpan lah oleh ibunya waluh itu di rumah hingga matang. Ibunya pun terpikir untuk membagikan sebagian ke anak-anak yang tadarus Alquran. Ya, bisa jadi takjil buka puasa buat mereka.

Baca juga: Link Baca Novel BL Passion Full Chapter Bahasa Indonesia, Romansa Jeong Taeui yang Penuh Tekanan dari Ilay Riegrow

Baca juga: Profil dan Biodata Danang Zo, Mantan Karyawan Tiktokers Reizuka Ari yang Kini Saling Bersiteru Karena Tolak Berhubungan 18+

Baca juga: Choi Siwon Super Junior Dapat Tawaran Main Drama Romantis Bareng Jung In Sun, Pihak Agensi Masih Mempertimbangkan

Waluh disimpan selama 2 bulan dan akhirnya matang. Mereka pun tidak bisa membuat kolak waluh, lantaran tidak memiliki duit, oleh karena itu si ibu pun memilih untuk mengukus waluh tersebut.

Waluh kukus pun jadi. Ibunya berpesan begini sebelum dibawa ke langgar. "Wadahnya nanti dibawa pulang, ya. Enteng kok gak ada isinya."

Si netizen cerita, ibunya sangat bahagia, bangga, dan percaya diri kalau waluh kukus buatannya akan habis dimakan anak-anak yang tadarusan.

Singkat cerita, waluh kukus sudah ada di langgar dan setelah anak-anak selesai tadarusan Alquran, waktunya makan waluh kukus. Ternyata, cuma satu anak yang ngambil, sisanya bingung.

Ada satu anak bernama Yati, dia diceritakan kelas 6 SD. Yati bukannya ambil waluh kukus itu malah pegang-pegang dan merasa jijik. "Hah, makanan apaan ini? Masa bentuknya kayak tai gini dikasih ke orang," ucap Yati melihat waluh kukus si netizen.

Mendengar kalimat itu, si netizen pun marah, membentak Yati. "Kalau gak suka gak usah dimakan," begitu teriaknya.

Sumber:

UPDATE TERBARU