Wednesday 22nd of April 2026
×

Tuntutan Demo Kaltim 21 April di Samarinda Hingga Ribuan Massa Kepung Kantor Gubernur dan DPRD, Berakhir Ricuh

Tuntutan Demo Kaltim 21 April di Samarinda Hingga Ribuan Massa Kepung Kantor Gubernur dan DPRD, Berakhir Ricuh

--

OTONITY.com - Gelombang protes skala besar baru saja mengguncang pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur di Kota Samarinda pada Selasa, 21 April 2026. Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur bersama berbagai elemen mahasiswa, serikat buruh, pengemudi ojek online, hingga organisasi masyarakat sipil turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi serentak. Kata kunci pencarian seperti "Tuntutan Demo Kaltim 21 April" dan "Demo Samarinda Hari Ini" mendominasi pencarian publik yang ingin mengetahui eskalasi situasi di lapangan.

Aksi massa tersebut memusatkan konsentrasi mereka di dua titik vital pemerintahan, yakni Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim di Jalan Teuku Umar dan berlanjut dengan melakukan long march menuju Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada.


Read more: Viral Video Siswa SMAN 1 Purwakarta Ejek Guru No Sensor Klarifikasi dan Sanksi Disdik Jabar, Banyak yang Mengecam!

Read more: TikToker Velli Blunder Viral Video Lengkap dengan Link Terbaru, Isinya Bikin Publik Tercengang!

Massa yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar 2.000 hingga 3.000 orang yang berasal dari berbagai daerah seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, hingga beberapa wilayah pelosok di Kalimantan Timur untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap arah kebijakan pemerintah daerah.

Pemicu utama dari memuncaknya kemarahan publik ini didasari oleh beberapa kebijakan anggaran yang dinilai kontroversial dan mencederai rasa keadilan di tengah kesulitan ekonomi masyarakat. Salah satu sorotan tajam tertuju pada alokasi pengadaan mobil dinas baru berjenis Range Rover bagi gubernur senilai Rp 8,5 miliar.

Meski rencana pengadaan tersebut pada akhirnya dibatalkan setelah mendapat teguran langsung dari Presiden Prabowo Subianto, publik menilai penganggaran tersebut tetap mencerminkan gaya hidup mewah yang tidak berempati pada rakyat. Selain itu, massa juga mempersoalkan pos anggaran renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur yang menyentuh angka fantastis sebesar Rp 25 miliar.

Sumber:

UPDATE TERBARU