GEGER! Potongan Surat Dinkes Soal Flu Burung Beredar Warganet Panik Nggak Berani Makan Ayam, Ternyata Begini Faktanya!
--
OTONITY.com - Langsung saja simak artikel dibawah ini kami akan membagikan informasi terkait dengan Potongan Surat Dinkes Soal Flu Burung yang sudah kami siapkan khusus untuk kamu!
Flu burung adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus influenza tipe A yang ditularkan oleh unggas ke manusia. Ada banyak jenis virus flu burung, tetapi hanya beberapa yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia.
Flu burung pernah mewabah di Asia, Afrika, Timur Tengah, serta beberapa bagian Eropa, dan menyebabkan kematian pada sebagian penderitanya. Gejala jenis flu ini bervariasi, dari tanpa gejala sama sekali, gejala ringan, hingga gejala yang parah dan bisa berakibat fatal.
Read more: Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Masih Jadi Buruan, Ternyata Begini Kronologi Lengkapnya
Potongan Surat Dinkes Soal Flu Burung
Baru-baru ini media sosial Kota Tarakan belakangan ini diramaikan potongan surat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang memicu spekulasi terkait ancaman flu burung.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan memastikan isi temuan flu burung pada ayam yang dijual di pasar hingga imbauan larangan memakan ayam yang dibeli di pasar, tidak benar alias hoax.
Pernyataan itu disampaikan langsung Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, menanggapi beredarnya isu itu tersebut di media sosial pada Rabu (22/4/2026).
Menurut Devi, surat yang beredar memang dikeluarkan Dinkes Tarakan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya temuan virus flu burung.
Devi membantah imbauan larangan memakan ayam yang dibeli dari pasar. Menurutnya selama ayam tersebut sehat dan diproses dengan benar, dijamin aman dikonsumsi.
"Makanya pernyataan bahwa tidak boleh makan daging ayam, tidak boleh membeli ayam, itu kan bisa merugikan pedagang yang berjualan. Kami sampaikan bahwa tidak pernah ada larangan untuk makan daging ayam, yang penting sehat, kan tahu yang memilih ayam yang baik seperti apa, kemudian bagaimana memasaknya, diharapkan dimasak sampai matang," tutur Devi.