Sosok Sujarwo Oknum TNI AL yang Marah-Marah Sampai Gebrak Ambulans Waktu Diminta Kasih Jalan
--
Masalah Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Pakar keselamatan berkendara dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menilai tindakan tersebut masuk dalam kategori road rage. Ia menjelaskan bahwa perilaku impulsif di jalan sering dipicu oleh stres bawaan maupun kondisi kemacetan yang memicu emosi pengemudi.
"Situasi di jalan raya itu bisa saja memancing seseorang berperilaku impulsif. Perilaku impulsif itu bisa timbul karena stres bawaan sebelum kejadian misalnya stres karena pekerjaan, ataupun stres yang baru berlangsung akibat situasi jalan raya tersebut, misalnya karena kemacetan atau karena perilaku pengguna jalan lain," kata Jusri Pulubuhu.
Buntut dari viralnya video tersebut, Kopka Sujarwo didampingi atasannya kemudian mendatangi kantor YDSF pada Rabu (29/4) untuk mengklarifikasi tindakan terpujinya itu.
Melalui pertemuan itu Kopka Sujarwo akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada sopir ambulans yang bertugas.
"Saya atas nama Kopka Sujarwo dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada pihak YDSF driver ambulans atas nama Varhan. Dengan viralnya video di media sosial yang mana kami melanggar lalu lintas. Saya tidak akan mengulangi pelanggaran tersebut," kata Sujarwo.
Sodik menyatakan, pihak yayasan telah menerima permintaan maaf tersebut dan menganggap persoalan ini telah selesai secara kekeluargaan.
"Setelah datang ke sini, kita diskusi, saling menjelaskan kejadian dan Bapak Sujarwo juga mengakui kesalahannya. Untuk permasalahan sudah clear, sudah selesai," pungkasnya.
Sekian yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini yang membahas mengenai Sosok Sujarwo Oknum TNI AL yang Marah-Marah Sampai Gebrak Ambulans Waktu Diminta Kasih Jalan. Semoga bisa membantu!