Geger! Menteri PPPA Minta Maaf Imbas Usulan Gerbong Wanita Dipindah Tengah: Kami Tak Bermaksud Abaikan Keselamatan Laki-Laki
--
Ia mengajak masyarakat untuk fokus pada upaya pemulihan penanganan dan perbaikan system keamanan dalam transportasi publik, “Sesuai arahan Presiden seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, adil, dan menyeluruh,” ucap Arifatul.
“Mari kita bersama-sama memusatkan perhatian pada penanganan korban, doa, serta upaya perbaikan system keselamatan transportasi public agar tragedi serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Arifatul melayangkan usulan tersebut karena ia menjenguk korban yang di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, pada (28/4/2026) dan melihat korban mayoritas perempuan karena gerbong khusus wanita memang berada di bagian paling belakang rangkaian kereta.
Read more: Link Video Viral Kompol DK, Oknum Polisi Sumut yang Diduga Isap Vape Narkoba Bareng Seorang Wanita
Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs Kereta Commuter Line (KRL)
Kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) melibatkan Kereta Commuter Line (KRL) dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Peristiwa bermula ketika sebuah taksi listrik mengalami mogok tepat di perlintasan kereta api JPL 85 Bekasi.
Kendaraan tersebut kemudian tertabrak oleh KRL KA 5181. Akibatnya, sistem persinyalan dan operasional kereta mengalami gangguan, sehingga rangkaian KRL lain harus berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Di saat yang bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasarturi melaju kencang dari arah belakang. Tabrakan tidak bisa dihindari. KA Argo Bromo menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti. Laju yang cepat menyebabkan benturan keras hingga lokomotif Argo Bromo masuk ke dalam gerbong belakang KRL, termasuk gerbong khusus wanita.
Demikianlah informasi duka kali ini. Semoga para korban dan keluarga diberikan ketabahan untuk segera pulih dari kejadian kali ini. Sekian update terkat Menteri PPPA Minta Maaf Imbas Usulan Gerbong Wanita Dipindah Tengah.