Kronologi Penipuan Tiket Konser BTS Arirang, Puluhan ARMY Tertipu Jastip Hingga Rugi Ratusan Juta
--
Penyedia jastip berinisial K awalnya menjanjikan proses pengembalian dana (refund) selesai dalam waktu tiga hingga empat hari karena tiket gagal diamankan.
Namun, hingga batas waktu berlalu, uang ratusan juta tersebut tidak kunjung dikembalikan. Merasa tertipu, para korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya serta meminta mediasi dari Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, demi menuntut keadilan.
Salah satu perwakilan korban, Sarah Nailla, mengungkapkan bahwa mayoritas korban merupakan anggota grup komunitas ARMY Surabaya 21. Namun dalam perkembangannya, jaringan korban ternyata mencakup area yang sangat luas.
"Jadi kita sudah bentuk grup korban itu sekitar 50-an orang, itu terdiri dari (korban) jastip tiket (konser BTS) yang di Jakarta, PO merchandise, lalu ada trip dan jastip yang se-Asia," ujar Sarah , Senin (13/7/2026).
Sarah menjelaskan, kecurigaan mulai muncul saat pihak jastip Uniality gagal memenuhi janji pengembalian dana (refund). Awalnya, Kurnia menjanjikan uang tiket akan dikembalikan dalam waktu tiga sampai empat hari setelah pembukaan war tiket konser yang berlangsung pada 9-11 Juni 2026, apabila tiket gagal didapatkan.
“Dijanjikan seharusnya tiga sampai empat hari refund. Tapi nyatanya sampai hari ini belum ada refund sama sekali,” keluh Sarah. Para korban sempat berinisiatif melakukan mediasi langsung dengan mendatangi rumah pengelola jastip Uniality. Namun, mereka tidak mendapatkan kepastian dan hanya diberikan janji lisan tanpa jaminan surat perjanjian.
“Dan kita sudah sampai mediasi ke rumahnya, kita sudah minta transparansi data dan segala macam tapi kita belum ada tanggapan sama sekali. Kita hanya dijanjikan nanti di 31 Juli akan di-refund,” ungkapnya. Setelah batas waktu tersebut tidak menemui kejelasan, keberadaan Kurnia mendadak misterius dan sulit ditemui.
"Sebelum-sebelumnya konser SUGA sama J-Hope itu lancar saja. Enggak tahu kok ini tiba-tiba enggak ada komunikasi yang jelas. Skemanya untuk nanti dicicil atau bagaimana pengembalian kerugiannya juga enggak jelas," tutur Sarah. Khawatir uang mereka hilang, para korban akhirnya mengadu ke Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.