GEGER! Prabowo Siapkan Tukar Tambah ke Motor Listrik, Begini Skema Penukarannya yang Wajib Kamu Catat
--
Skema Penukaran Motor Listrik Nasional
Menurut Prabowo, dunia kini sudah beralih dari penggunaan motor konvensional menuju motor listrik. Ia mencontohkan misalnya di Beijing, China, yang menerapkan carbon tax, di mana motor bensin dilarang masuk.
Read more: Arya Wedakarna Siapa? DPD RI Asal Bali yang Tuai Kecaman Publik Usai Dugaan Kasus Rasisme
Prabowo pun mengklaim penggunaan motor listrik dapat menekan biaya operasional untuk BBM harian dalam jumlah yang cukup besar.
"Penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu minimal 50 persen bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," jelasnya.
Di saat bersamaan CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan angka pembelian motor listrik di Indonesia masih sangatlah kecil. Padahal, potensinya masih sangat terbuka lebar.
Ia menyebut saat ini ada sekitar 140 juta motor yang ada di Indonesia dengan setiap tahunnya pembeliannya di angka 6 sampai 7 juta motor. Rosan pun nantinya mengupayakan skema pembelian motor listrik tanpa memerlukan DP guna menggenjot penjualan motor listrik di Indonesia.
Pada Kamis (13/8), Prabowo meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan ini disebut menjadi salah satu langkah memperkuat pembangunan industri motor listrik nasional dan mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.
Molinas akan dikembangkan sebagai ekosistem nasional, bukan sekadar peluncuran satu merek atau satu model kendaraan.
Kami harap informasi yang disampaikan di atas bisa menjawab pertanyaanmu. Sekian pembahasan terkat Motor Listrik Nasional. Jangan lupa untuk selalu belajar hal baru setiap hari ya! Terimakasih sudah membaca!