Monday 10th of August 2026
×

Profil Tio Ferdian Rahmana, Runner-Up Raka Jatim 2026 yang Terseret Kasus Aborsi Terancam Dicopot Usai Viral

Profil Tio Ferdian Rahmana, Runner-Up Raka Jatim 2026 yang Terseret Kasus Aborsi Terancam Dicopot Usai Viral

--

OTONITY.com - Duta wisata peraih runner-up Raka Raki Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana (24), resmi dipecat dari pekerjaannya sebagai staf kontrak Protokol Pemkot Surabaya setelah dituding melakukan pemaksaan aborsi. Tuduhan kekerasan seksual berbasis relasi kuasa ini mencuat setelah bukti percakapan WhatsApp miliknya yang berencana membawa korban ke Singapura untuk menggugurkan kandungan viral di media sosial.

Hanya berselang beberapa hari setelah meraih prestasi di tingkat provinsi, pria yang dikenal sebagai duta wisata ini harus kehilangan pekerjaannya. Pemerintah Kota Surabaya secara resmi memutus hubungan kerja (PHK) terhadap Tio dari posisinya sebagai tenaga kontrak non-ASN di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim).


Read more: Kebakaran Bromo Capai 520 Hektar: Akses Wisata Ditutup Total Akibat Amukan Jago Merah

Read more: Ganja 169 Kg Asal Aceh Gagal Beredar di Medan, Identitas 3 Tersangka Penyelundup Diringkus Polisi

Read more: Inilah Sosok Eks Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Dipecat Usai Ditemukan Ratusan Senjata Digunakan Untuk Pelatihan Atlet

Kasus ini mendadak viral di berbagai platform media sosial, khususnya X (dahulu Twitter) dan Instagram, setelah sebuah utasan mengungkap bukti-bukti mengejutkan. Dalam unggahan yang beredar luas, Tio dituding melakukan kekerasan seksual berbasis relasi kuasa dan memaksa kekasihnya untuk menggugurkan kandungan yang telah memasuki usia 12 minggu.

Rekaman tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga milik Tio menunjukkan rencana sepihak untuk membawa sang kekasih ke Singapura demi melakukan prosedur aborsi secara diam-diam agar karier dan nama baiknya tidak tercemar di Indonesia.

Respons cepat langsung diambil oleh pihak Pemerintah Kota Surabaya. Pada Senin pagi, 10 Agustus 2026, pihak Prokopim memanggil Tio untuk melakukan klarifikasi mendalam. Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, tindakan yang bersangkutan dinilai melanggar komitmen dan kontrak kinerja.

Sumber:

UPDATE TERBARU