Kawasan Gunung Geulis Sukabumi Kebakaran, 4 Hektare Lahan Hangus dan Nyaris Merembet ke Pemukiman
--
OTONITY.com - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan lereng Gunung Geulis, tepatnya di area perkebunan dan hutan bambu Kampung Ciroyom RT 002/02, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Insiden yang terjadi di tengah puncak musim kemarau tersebut dilaporkan menghanguskan sedikitnya 4 hektare area lahan dan sempat memicu kepanikan warga sekitar.
Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi mengonfirmasi bahwa kobaran api pertama kali terdeteksi muncul pada Selasa, 25 Agustus 2026 malam, sekitar pukul 18.30 WIB. Kondisi vegetasi yang mengering akibat cuaca panas ekstrem serta embusan angin kencang di wilayah pegunungan membuat jago merah dengan sangat cepat meluas dan merembet ke titik lain.
Read more: Ruben Onsu jadi Tersangka Penipuan Rp4,4 M Hingga Tolak Bantuan Artis untuk Ganti Rugi!
Read more: Kebakaran di Jateng Melonjak, 232 Kebakaran Hutan dan Lahan Naik Hingga 700 Persen!
Kronologi Kejadian dan Dugaan Asal Mula Titik Api
Kapolsek Lengkong, AKP Awan Ridwan, memaparkan secara rinci mengenai urutan kronologi jalannya peristiwa kebakaran tersebut berdasarkan hasil pengumpulan keterangan saksi di lapangan. Berdasarkan laporan awal dari masyarakat setempat, titik api pertama kali terlihat berkobar di area terbuka yang berada tepat di pinggir jalan raya sekitar perkampungan Pasir Bitung.
Sesaat setelah muncul, lidah api langsung menyambar tumpukan daun-daun kering dan ranting pohon yang berguguran di sekitar lokasi. Api kemudian merambat naik menuju kawasan perbukitan perkebunan warga dan vegetasi hutan bambu yang sangat padat.
Sifat pohon bambu yang mudah terbakar serta banyaknya material kering di bawahnya menjadi bahan bakar alami yang membuat jago merah membubung tinggi dan menciptakan kepulan asap pekat di tengah kegelapan malam.
Hal yang paling mengkhawatirkan dari insiden ini adalah posisi pergerakan api yang terus merapat dan mendekati kawasan perumahan padat penduduk. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran, Yogi, menyebutkan bahwa jarak antara kobaran api utama dengan dinding rumah-rumah warga luar biasa dekat, sehingga situasi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat jika terlambat ditangani.