Sunday 30th of August 2026
×

Status Siaga! Gunung Merapi Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur Hingga 2.000 Meter dan Tercatat 11 Kali Guguran Lava

Status Siaga! Gunung Merapi Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur Hingga 2.000 Meter dan Tercatat 11 Kali Guguran Lava

--

Ia menjelaskan, asap yang terlihat pada Sabtu pagi tidak seluruhnya berasal dari kebakaran. Berdasarkan pemantauan petugas, sebagian asap berasal dari guguran lava panas yang terjadi di Gunung Merapi. Kondisi tersebut membuat petugas tidak dapat mendekati titik tertentu karena berpotensi membahayakan keselamatan.

Awan Panas Meluncur Hingga 2.000 Meter dan Tercatat 11 Kali Guguran Lava

Di sisi lain, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY, Agus Budi Santoso, mengatakan kebakaran memang sempat membakar vegetasi di lereng Merapi. Luas area yang terdampak diperkirakan sekitar 100 meter persegi.


Pada kesempatan ini, Agus memastikan kebakaran tersebut tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun permukiman. Api juga tidak dilaporkan menjalar lebih luas dan dapat padam dengan sendirinya.

Di sisi lain, aktivitas vulkanik Merapi masih berlangsung. Status gunung tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga. Pada Sabtu (29/8), BPPTKG mencatat sebanyak 11 kali guguran lava dalam periode pukul 12.00 hingga 18.00 WIB. Guguran tersebut mengarah ke sektor barat daya, termasuk menuju Kali Sat/Putih dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 2 kilometer.

Read more: LE SSERAFIM Siap Comeback September Mendatang, Bawa Single Album Baru Bertajuk 'Made My Night'

Saat pemantauan dilakukan, kondisi lereng Merapi terpantau cerah hingga berawan dengan angin bertiup tenang ke arah barat. Suhu udara berada di sekitar 21 derajat Celsius. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis juga teramati mencapai sekitar 50 meter di atas puncak kawah.

BPPTKG menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG), terutama pada sektor selatan hingga barat daya. Wilayah yang perlu diwaspadai mencakup Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara sektor tenggara meliputi Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Suplai magma yang masih berlangsung dinilai dapat memicu awan panas guguran di wilayah yang masuk zona bahaya. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan tersebut serta mewaspadai lahar dan APG, terutama ketika hujan turun di sekitar Merapi. Warga juga diimbau mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik apabila terjadi erupsi.

Demikianlah informasi mengenai berita yang tengah viral diantara masyarakat tanah air ini mengenai erupsi gunung Merapi. Jadi Pastikan kamu mengikuti kami untuk terus mendapatkan informasi terupdate! 

Sumber:

UPDATE TERBARU