Sunday 30th of August 2026
×

GRIB Jaya Bantah Terlibat Dalam Kerusuhan Pasca Demo DPR 27 Agustus 2026 Namun Hercules Terekam Turun ke Jalan, Begini Penjelasannya

GRIB Jaya Bantah Terlibat Dalam Kerusuhan Pasca Demo DPR 27 Agustus 2026 Namun Hercules Terekam Turun ke Jalan, Begini Penjelasannya

--

OTONITY.com - Berikut ini adalah ulasan mengenai informasi yang belakangan ini santer beredar di media sosial terkait dengan Kerusuhan Pasca Demo DPR 27 Agustus 2026. Mari simak faktanya yang wajib kamu tau di bawah ini hingga usai! 

Baru-baru ini dalam kerusuhan yang terjadi setelah demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026) masih menyisakan sejumlah persoalan. Polisi telah mengamankan 322 orang dan menetapkan 48 di antaranya sebagai tersangka. Sementara itu, kematian warga bernama Bambang Setiyawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, masih dalam penyelidikan kepolisian.

GRIB Jaya Bantah Terlibat Dalam Kerusuhan Pasca Demo DPR


Bambang diduga menjadi korban pengeroyokan saat kericuhan berlangsung. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin mengatakan pihaknya masih mengumpulkan fakta hukum untuk mengetahui rangkaian kejadian yang menyebabkan Bambang meninggal.

Dilansir dari keterangan polisi, Bambang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah situasi di lokasi mulai diamankan. Ia kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mintoharjo, tetapi dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan visum.

Keluarga Bambang sebelumnya menyebut korban masih berjualan cermin di Pejompongan hingga Kamis sore. Istrinya, Sudarsi (56), sempat meminta Bambang menutup dagangan sekitar pukul 16.30 WIB setelah melihat massa mulai berdatangan. Bambang kemudian sempat mengantar seseorang yang sakit ke Rumah Sakit Pelni bersama anaknya sebelum pulang sekitar pukul 21.00-21.30 WIB.

Read more: Profil Emil Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur yang Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua Demokrat Jatim 2026-2031

Setelah situasi dianggap mereda, Bambang kembali menuju area tokonya. Namun, ia tidak kunjung pulang. Keluarga kemudian mendapat kabar mengenai kondisinya pada Jumat (28/8) dini hari. Mereka juga menemukan video di media sosial yang memperlihatkan Bambang diseret dan dikeroyok sejumlah orang. Polisi masih menyelidiki pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Kasus ini bukan satu-satunya laporan kekerasan dalam rangkaian kerusuhan. Faturohman (18), warga setempat, juga mengaku mengalami pemukulan pada Kamis malam. Setelah dikunjungi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Jumat (28/8), Fatur dibawa ke RSUD Tarakan untuk menjalani perawatan sekaligus visum.

Di sisi lain Polda Metro Jaya menyebut 322 orang telah diamankan setelah rangkaian kerusuhan. Dari jumlah tersebut, 162 orang merupakan kelompok dewasa berusia sekitar 18-40 tahun dan ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sebanyak 160 lainnya berada pada rentang usia 12-19 tahun.

Polisi menetapkan 48 orang sebagai tersangka. Sebanyak 45 orang diduga terlibat perusakan fasilitas umum dan penganiayaan, sedangkan tiga lainnya ditetapkan tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk golok, gunting, asahan pisau, ketapel, 19 mata panah, rantai besi, tongkat bambu, dan lembaran PVC.

Kericuhan disebut terjadi setelah massa didorong mundur dari kawasan DPR/MPR. Massa kemudian bergerak menuju Pejompongan hingga Palmerah. Sejumlah fasilitas, termasuk CCTV dan pos polisi, dilaporkan mengalami kerusakan atau dibakar.

Di tengah penyelidikan, nama organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya turut muncul dalam perbincangan publik. Warganet mengaitkan organisasi tersebut dengan kelompok yang berada di kawasan Pejompongan. GRIB Jaya membantah keterlibatan secara kelembagaan.

Sumber:

UPDATE TERBARU