Buntut Kasus Keracunan 566 Pelajar Kepala SPPG Kalitengah Sidoarjo Rafli Ridho Resmi Diusulkan Dipecat Oleh Pusat
--
- Pukul 00.00 WIB: Proses pengolahan bahan makanan di dapur SPPG dimulai.
- Pukul 11.00 WIB: Makanan selesai dikemas lalu dikirimkan ke sekolah-sekolah target.
- Uji Kelayakan Awal: Rafli menegaskan bahwa sebelum dibagikan ke siswa, makanan telah melewati uji organoleptik (uji rasa/bau) oleh Person in Charge (PIC) masing-masing sekolah dan dinyatakan aman tanpa indikasi kecut atau basi.
- Batas Konsumsi: Ia mengklaim daya tahan hidangan tersebut adalah 4 jam dalam suhu ruang pasca-pengiriman.
Read more: Link Video Pendaki Mesum di Gunung Prau Viral, Isinya Kini Ramai Diburu Netizen!
Namun, pembelaan tersebut berbanding terbalik dengan hasil pemeriksaan lapangan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama tim teknis dari Badan Gizi Nasional langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke fasilitas dapur SPPG Kalitengah.
Hasil sidak tersebut menemukan sejumlah pelanggaran serius pada standardisasi sarana dan prasarana dapur, termasuk sistem tata kelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan sanitasi lingkungan yang dinilai sangat buruk dan tidak higienis. Rapor merah pada sistem kebersihan inilah yang diduga kuat menjadi pemicu kontaminasi bakteri pada makanan.
Hingga saat ini, Dinas Kesehatan setempat bersama tim laboratorium forensik masih melakukan pengujian sisa sampel makanan guna mengidentifikasi jenis racun atau bakteri yang menjadi penyebab pasti tumbangnya ratusan santri.