Thursday 3rd of September 2026
×

Klarifikasi Lengkap Rafli Ridho Mengenai Kronologi Masak Sebelum Dirinya Diusulkan Copot Dari Jabatan Kepala SPPG Sidoarjo

Klarifikasi Lengkap Rafli Ridho Mengenai Kronologi Masak Sebelum Dirinya Diusulkan Copot Dari Jabatan Kepala SPPG Sidoarjo

--

OTONITY.com - Sebanyak 566 santri dan siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami gejala keracunan massal usai mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis. Tragedi medis berskala besar ini langsung berbuntut pada usulan pemecatan Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, oleh otoritas pusat.

Kasus yang menggegerkan publik ini bermula ketika ratusan pelajar, yang didominasi oleh santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam serta siswa SDN Kalitengah 1 dan 2, mulai mengeluhkan gejala serupa.


Read more: Video Kasir Indomaret Cantik Coolmax Viral 7 Menit Full Tanpa Potong, Rekaman ini yang Bikin Netizen Heboh

Mereka mengalami mual, muntah, pusing, hingga diare akut secara bersamaan setelah menyantap menu makan siang yang dibagikan. Gelombang pasien anak-anak yang begitu masif sempat membuat beberapa rumah sakit besar di Sidoarjo, termasuk RSUD Sidoarjo dan RS Delta Surya, kewalahan menerima pasien.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional, Ketut Sudena, menegaskan bahwa sanksi berat mutlak dijatuhkan demi mengevaluasi total sistem keamanan pangan program ini.

BGN secara resmi melayangkan usulan pemberhentian tetap terhadap Rafli Ridho sebagai bentuk pertanggungjawaban kepemimpinan atas kegagalan pengawasan mutu makanan. Tidak hanya itu, BGN juga membekukan operasional dapur umum SPPG Kalitengah melalui sanksi suspend berat selama 30 hari penuh demi kelancaran proses audit medis.

Read more: Daftar Nama 8 WNI yang Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia Versi Intelijen Ukraina, Terancam Kehilangan Kewarganegaraan?

Sumber:

UPDATE TERBARU