Klarifikasi Lengkap Rafli Ridho Mengenai Kronologi Masak Sebelum Dirinya Diusulkan Copot Dari Jabatan Kepala SPPG Sidoarjo
--
Berikut adalah fakta dan perkembangan terbaru dari kasus tersebut per September 2026:
- Jumlah Korban: Sebanyak 566 siswa dan santri dilaporkan mengalami gejala keracunan seperti mual, pusing, muntah, dan diare.
- Institusi Terdampak: Mayoritas korban merupakan santri dari Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Tanggulangin. Namun, terdapat juga korban dari sekolah umum, termasuk siswa dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2.
- Perawatan Medis: Puluhan ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi para korban ke berbagai rumah sakit di Sidoarjo, seperti RSUD Sidoarjo, RS Delta Surya, dan RS Islam Siti Hajar.
2. Sanksi Tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN)
- Usulan Pemecatan: BGN secara resmi mengusulkan pencopotan dan pergantian Rafli Ridho dari jabatannya sebagai Kepala SPPG Kalitengah sebagai bentuk pertanggungjawaban.
- Pembekuan Operasional: Dapur umum SPPG Kalitengah dijatuhi sanksi suspend berat berupa penghentian operasional selama 30 hari untuk mempermudah evaluasi menyeluruh.
Read more: Putusan Ibam Kasus Chromebook Keluar, Hukuman Bertambah jadi 5 Tahun Usai Ajukan Banding!
3. Klarifikasi dan Lini Masa dari Kepala SPPG
- Proses Masak: Pengolahan makanan berjumlah sekitar 2.800 porsi tersebut dimulai sejak pukul 00.00 WIB malam.
- Pendistribusian: Makanan dikemas dan dikirimkan ke sekolah-sekolah sekitar pukul 11.00 WIB siang.
- Uji Rasa Awal: Rafli mengklaim makanan sudah lolos uji organoleptik (rasa dan bau) oleh Person in Charge (PIC) masing-masing sekolah sebelum dibagikan, serta dinyatakan aman tanpa indikasi basi atau kecut. Ia juga mengingatkan bahwa makanan MBG di suhu ruang idealnya hanya bertahan selama 4 jam.