Tuesday 22nd of September 2026
×

Rekam Jejak Dr. Sirajudin Lasena: Dari Ahli Keuangan, Kepala Daerah, hingga Pusaran Kasus Hukum

Rekam Jejak Dr. Sirajudin Lasena: Dari Ahli Keuangan, Kepala Daerah, hingga Pusaran Kasus Hukum

--

Sebelum menjabat sebagai kepala daerah definitif, Sirajudin meniti karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN): 
  1. Kepala BPKD Bolmut: Lama dipercaya memegang posisi strategis sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bolmut karena keahlian akuntansinya.
  2. Penjabat (Pj) Bupati Bolmut: Berkat rekam jejaknya di birokrasi, ia ditunjuk oleh pemerintah pusat menjadi Penjabat Bupati Bolmut selama masa transisi kepemimpinan tahun 2023–2024.
  3. Bupati Definitif (2025–2030): Ia kemudian mengundurkan diri sebagai ASN demi maju dalam Pilkada 2024. Didukung oleh PDI-Perjuangan, ia berpasangan dengan Mohammad Aditya Pontoh dan berhasil memenangkan pemilihan. Ia resmi dilantik pada 20 Februari 2025.

Read more: Video A Day In My Life Akun Tiktok Zaefierdi Lapangan Purasari Bogor Viral, Diduga Lakukan Adegan Asusila Sesama Jenis

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK per 29 Maret 2026 (periodik 2025), total kekayaan bersih miliknya bernilai Rp1.204.416.050. Rincian kekayaannya meliputi:
  • Tanah dan Bangunan: Nilai total Rp810.000.000, terdiri dari 4 bidang tanah yang tersebar di wilayah Bolaang Mongondow Utara dan Gorontalo.
  • Alat Transportasi: Nilai total Rp326.000.000, mencakup 1 unit mobil Suzuki Baleno tahun 2023 dan satu unit sepeda gunung.
  • Harta Bergerak Lainnya: Rp202.500.000.
  • Kas dan Setara Kas: Rp126.087.096.
  • Utang: Tercatat memiliki kewajiban utang sebesar Rp260.171.046.

Karier birokrasinya mencapai puncak ketika pemerintah pusat menunjuk dirinya sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bolmut pada tahun 2023 hingga 2024 untuk mengisi masa transisi kepemimpinan. Keberhasilan memimpin daerah selama masa transisi tersebut membuat namanya semakin populer di kalangan masyarakat bawah.


Read more: Pelaku Pembunuhan Melvi Yunadatia Ternyata Satpam SPPG Bengkulu, Lakukan Kekerasan Seksual Sebelum Dibuang ke Sungai

Didorong oleh aspirasi warga dan dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Sirajudin akhirnya memilih mundur dini sebagai ASN demi maju dalam Pilkada 2024. Berpasangan dengan Mohammad Aditya Pontoh, ia memenangkan mandat rakyat dan resmi dilantik menjadi Bupati definitif pada 20 Februari 2025.

Kasus ini mengejutkan banyak pihak, mengingat reputasi akademis dan rekam jejak profesionalnya selama ini yang kental dengan tata kelola keuangan negara. Perjalanan hukum ini kini menjadi babak baru yang akan menentukan masa depan politik dan nama baik sang doktor di panggung pemerintahan daerah.

 

Sumber:

UPDATE TERBARU