Geger! Ketum Parpol Diduga Terlibat Dalam Kasus Penyadapan Ilegal Prabowo Begini Kata Pakar
--
OTONITY.com - Berikut ini adalah ulasan mengenai informasi yang belakangan ini santer beredar di media sosial terkait dengan kasus penyadapan ilegeal terhadap Presiden Prabowo dan jajarannya. Mari simak faktanya yang wajib kamu tau di bawah ini hingga usai!
Menanggapi kasus yang satu ini salah seorang Guru Besar Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi menyebutkan adanya kemungkinan tersangka kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto terus bertambah.
Dalam kesempatan yang sama Muradi juga menilai ada kemungkinan kasus ini merembet ke unsur politik. Melalui hal ini Muradi mengatakan kemungkinan, selain pihak kepolisian, juga ada pihak sipil dari salah satu partai politik besar yang ikut terseret dalam kasus tersebut.
Ketum Parpol Diduga Terlibat Dalam Kasus Penyadapan Ilegal Prabowo
Melalui kesempatan yang sama san pakar mengatakan sosok itu diduga merupakan ketua umum partai politik yang sudah lama berdiri. Bagaimana kelanjutan dan penanganannya? Berikut adalah pembahasannya.
"Kalau yang sipil juga ada, tapi kan dia tidak dalam posisi ikut-ikut operasi ya. Tapi ikut diskusinya ada, dan itu memang kalau ini Pak Kabareskrim bisa membuktikan itu, orang ini akan terseret, Pak. Dan itu dari partai yang lumayan besar," jelas Marudi dalam sebuah wawancara televisi, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Ketika ditanya apakah sosok tersebut merupakan ketua umum partai politik, Muradi membenarkan kemungkinan tersebut. Dia mengatakan sosok itu berasal dari partai politik yang sudah lama berdiri.
"Ya, ya, ya, (partai besar)," sebutnya.
"Kira-kira begitulah, salah satunya (ketum). Sudah lama, ya," jelasnya.
Ia menduga sosok itu hadir dalam rapat sebelum proses penghapusan informasi penyadapan. Dia juga menyinggung kemungkinan adanya campur tangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ketika sosok ini terpilih menjadi ketua umum partai politik.
"Ya, dan, dan itu ada di rapat sebelum proses penghapusan itu sendiri. Dan saya kira ya ini beliau ada, bisa jadi karena juga karena campur tangan Pak Jokowi ketika beliau menjadi ketua umum," pungkasnya.