Sunday 4th of October 2026
×

Miris! Video Viral 4 ABK KM Maulana 23 Diduga Dianiaya Lantaran Gagal Mencapai Target Cumi 3Kg, Begini Kronologinya

Miris! Video Viral 4 ABK KM Maulana 23 Diduga Dianiaya Lantaran Gagal Mencapai Target Cumi 3Kg, Begini Kronologinya

--

OTONITY.com - Berikut ini adalah ulasan mengenai informasi yang belakangan ini santer beredar di media sosial terkait dengan xxxxx. Mari simak faktanya yang wajib kamu tau di bawah ini hingga usai! 

Baru-baru ini diketahui bahwa empat anak buah kapal (ABK) KM Maulana 23 diduga menjadi korban penganiayaan selama bekerja di kapal tersebut. Polisi menduga kekerasan dilakukan karena para korban tidak memenuhi target tangkapan yang ditetapkan, yakni sekitar 3 kilogram cumi-cumi atau komoditas laut lainnya dalam satu kali target. Kasus ini mencuat setelah video yang memperlihatkan salah satu ABK disiksa di dalam tong berisi air beredar luas di media sosial.

Video Viral 4 ABK KM Maulana 23 Diduga Dianiaya


Keempat korban diketahui bernama Ilham Shalahudin, Oktavian Makhreza, Syawal Suswono, dan Johan Saputra. Mereka disebut rata-rata baru bekerja di kapal tersebut selama sekitar dua bulan.

Read more: Video Pesta Narkoba di Rutan Depok Viral di Media Sosial, Massa Gelar Aksi Desak Pembenahan Total dan Pencopotan Karutan

Dalam rekaman yang beredar, seorang ABK terlihat berada di dalam tong berisi air. Ia kemudian mengalami kekerasan fisik dari sejumlah pria, mulai dari diinjak, dipukul, hingga disemprot air ke bagian wajah. Rekaman tersebut menjadi salah satu bahan yang tengah didalami polisi untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri mengatakan dugaan sementara penganiayaan berkaitan dengan target hasil tangkapan. Menurutnya, ABK disebut harus memenuhi target sekitar 3 kilogram. Apabila target tersebut tidak tercapai, diduga terdapat tindakan tertentu terhadap mereka.

“Dugaan sementara korban memang dilakukan penganiayaan apabila tidak mencapai satu target untuk menangkap cumi-cumi maupun komoditi lainnya,” kata Alrasyidin saat dihubungi, Minggu (4/10/2026).

Meski demikian, polisi masih perlu mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memastikan pola tersebut secara faktual. Alrasyidin menegaskan jumlah orang yang terlibat dalam penganiayaan juga belum dapat dipastikan.

Dari sekitar 14 ABK yang berada di kapal, polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan masing-masing orang. Pemeriksaan akan menentukan apakah kekerasan dilakukan oleh satu orang, beberapa orang, atau melibatkan lebih banyak pihak.

Sumber:

UPDATE TERBARU