Dua Gempa M 5,9 Guncang Aceh Minggu Pagi 4 Oktober 2026, BMKG Tekankan Tidak Ada Potensi Tsunami
--
OTONITY.com - Berikut ini adalah ulasan mengenai informasi yang belakangan ini santer beredar di media sosial terkait dengan gempa di Aceh. Mari simak faktanya yang wajib kamu tau di bawah ini hingga usai!
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah Aceh Jaya, Aceh, pada Minggu (4/10/2026) pagi. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah Aceh, termasuk Banda Aceh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa M 5,9 Guncang Aceh Minggu Pagi 4 Oktober 2026
Gempa tercatat terjadi pada pukul 06.37.31 WIB. Berdasarkan data BMKG, episentrum berada di laut sekitar 68 kilometer barat daya Calang, Kabupaten Aceh Jaya, pada koordinat 4,56 derajat Lintang Utara (LU) dan 94,97 derajat Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada pada kedalaman 26 kilometer.
Guncangan kemudian dirasakan dengan intensitas yang berbeda di sejumlah daerah. BMKG mencatat intensitas III-IV MMI di Aceh Besar, sedangkan Banda Aceh dan Aceh Barat merasakan getaran pada tingkat III MMI. Sementara itu, intensitas II MMI tercatat di Aceh Selatan, Pidie Jaya, Bener Meriah, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Sigli.
Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) menggambarkan tingkat guncangan yang dirasakan atau dampaknya di suatu lokasi. Pada tingkat IV MMI, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan sejumlah benda dapat ikut bergetar. Tingkat guncangan tersebut tidak secara langsung menunjukkan besarnya kerusakan, karena dampak gempa juga dipengaruhi kondisi bangunan, tanah, jarak dari sumber gempa, serta kedalaman pusat gempa.
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Rudin, menjelaskan gempa tersebut termasuk gempa bumi dangkal yang berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Mekanisme ini terjadi ketika salah satu bagian kerak bumi bergerak naik terhadap bagian lainnya akibat gaya kompresi.
Secara geologi, subduksi merupakan proses ketika satu lempeng tektonik bergerak masuk ke bawah lempeng lainnya. Wilayah barat Sumatra sendiri berada di kawasan yang dipengaruhi aktivitas pertemuan lempeng, sehingga aktivitas gempa bumi tektonik menjadi salah satu ancaman geologi yang perlu diwaspadai.