Wednesday 7th of October 2026
×

Ashari Samadikun Kapten MT Honour 25 Sampaikan Maaf, Usai 5 Kru Kapal Meninggal Disandera Perompak Somalia

Ashari Samadikun Kapten MT Honour 25 Sampaikan Maaf, Usai 5 Kru Kapal Meninggal Disandera Perompak Somalia

--

OTONITY.com - Ashari Samadikun, kapten kapal MT Honour 25, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Indonesia atas bantuan dalam pembebasannya setelah disandera oleh perompak di perairan Somalia.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga dari lima awak kapal yang kehilangan nyawa dalam insiden pembajakan tersebut.


"Saya selaku kapten, memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru saya dalam keadaan selamat. Saya memohon maaf sebesar-besarnya," ujar Ashari sambil menangis di Terminal VIP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Read more: Kasus Video Viral Malang 8 Vs 1: Ratusan Siswa SMPN 18 Malang Gelar Aksi Tuntut Keadilan Bagi Rekan Mereka yang Ditampar

Informasi yang dilansir dari metrotvnews.com, Saat kapal pertama kali dibajak oleh perompak di perairan Somalia, Ashari segera menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi, Kenya, untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Saya berterima kasih sebesar-besarnya, sejak hari ke-10 saya mendapatkan kesempatan untuk menghubunginya sampai sekarang dengan koordinasi Kementerian Luar Negeri dan Perhubungan, kami bisa dibebaskan," jelas Ashari.

Sebelumnya, empat warga negara Indonesia—awak kapal MT Honour 25 yang sempat disandera oleh perompak di perairan Somalia—akhirnya kembali ke tanah air pada Selasa, 6 Oktober 2026. Mereka tiba di Terminal VIP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada pukul 18.41 WIB.

Kepulangan keempat awak kapal tersebut diwarnai suasana haru dan isak tangis keluarga. Kedatangan mereka juga disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, serta Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir—yang akrab disapa Tata.

Read more: Kekerasan Terhadap Aktivis Mahasiswa: Kronologi Dugaan Penganiayaan Koordinator BEM UI di Tebet

Keempat awak kapal yang selamat tersebut adalah Ashari Samadikun (Kapten) asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan; Wahudinanto (Chief Officer) asal Pemalang, Jawa Tengah; Adi Faizal (2nd Officer) asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan; dan Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat (yang mengalami luka-luka).

Sumber:

UPDATE TERBARU