Dua Bayi Dibunuh di Kediri, Polres Berhasil Tangkap Empat Pelaku dengan Ancaman Pidana 7 Tahun
--
Kronologi Dua Bayi Dibunuh di Kediri
Aksi nekat tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB pada Sabtu (3/10/2026). TW melahirkan bayi laki-laki di kamar mandi rumahnya di Desa Tunglur, Kecamatan Badas. Tak ingin tangisan sang bayi terdengar, TW membekap mulut dan hidung darah dagingnya sendiri sesaat setelah lahir hingga meninggal dunia.
Lalu di keesokan harinya, pada hari Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, sang kekasih, DA, membawa jasad bayi tersebut untuk dikuburkan secara diam-diam di belakang sebuah rumah di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare.
"Karena takut kehamilan dan kelahiran ini ketahuan oleh orang tua, para pelaku sengaja berniat merampas nyawa bayi yang dikandung sesaat setelah dilahirkan," ujar AKBP Latif.
Akibat perbuatan mereka, TW dan DA dijerat dengan Pasal 460 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta Pasal 80 ayat (3) dan (4) juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Di sisi lain, juga dietumukan kasus lain yang serupa. Kasus kedua terungkap setelah warga sekitar dikejutkan oleh penemuan janin laki-laki—yang diperkirakan berusia kandungan sekitar lima bulan—di tepi jalan di Dusun Kunir, Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu. Penyelidikan menyeluruh oleh pihak kepolisian akhirnya mengarah pada pasangan muda, AW (20) dan RGP (20).
"Berhati-hatilah dalam pergaulan dan pahami konsekuensi dari setiap keputusan yang kalian ambil. Jika menghadapi masalah, jangan pernah menempuh jalan pintas yang melanggar hukum," tegas AKBP Latif.
Maraknya tindak laku kriminal yang ada di sekitar kita menjadi tanda bahwa sebuah negara sedang tidak baik-baik saja. Di sisi lain, masyarakat harus berhati-hati di luar ruangan karena kriminalitas terjadi di waktu dan tempat yang tidak terduga-duga.
Itulah informasi mengenai Dua Bayi Dibunuh di Kediri yang perlu kamu tahu. Pastikan kamu ikuti kami terus untuk dapatkan berita terkini dari tanah air!