Houthi Serang Bandara Riyadh Jadi Penyebab Utama Puluhan Calon Jemaah Umrah Makassar Gagal Terbang ke Tanah Suci Senin Pagi
--
3. Respons Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)
Menyikapi insiden penundaan ini, Kantor Wilayah Kemenhaj Sulawesi Selatan langsung menerjunkan tim ke bandara untuk mendata seluruh jemaah yang terdampak.
- Faktor Force Majeure: Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa pembatalan ini murni karena faktor keadaan kahar (force majeure) demi keselamatan jiwa jemaah.
- Imbauan bagi Travel: Pihak agen travel umrah diminta proaktif menenangkan para jemaah agar situasi tetap kondusif, serta lebih jeli melihat perkembangan situasi politik dan geopolitik keamanan di Arab Saudi sebelum mengatur ulang jadwal.
4. Langkah Antisipasi Jemaah
Hingga Selasa pagi, puluhan jemaah terdampak masih menunggu kepastian dan pengaturan ulang (reschedule) jadwal penerbangan pengganti. Bagi keluarga atau calon jemaah umrah lain yang akan berangkat dalam waktu dekat, KBRI Riyadh mengimbau untuk terus waspada, membatasi aktivitas yang tidak mendesak di sekitar area bandara tujuan, serta aktif menghubungi pihak maskapai maupun agen travel masing-masing guna mengonfirmasi status kelayakan terbang sebelum menuju ke bandara.
Merespons pembatalan massal ini, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Selatan langsung bergerak cepat mengirimkan tim pemantau ke lokasi bandara guna melakukan pendataan komprehensif terhadap seluruh jemaah terdampak. Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, memberikan penjelasan langsung di hadapan para jemaah untuk meredam kepanikan.
Read more: 700 Polisi-TNI Gerebek Kampung Ambon, 24 Bandar dan Pengguna Sabu Berhasil Digulung Aparat
Otoritas menegaskan bahwa pembatalan keberangkatan ini murni merupakan faktor keadaan kahar (force majeure) yang tidak dapat diprediksi. Keselamatan nyawa para jemaah jauh lebih berharga daripada memaksakan penerbangan menembus zona konflik yang sedang bergejolak pascaserangan udara yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Kementerian Haji dan Umrah juga mengeluarkan imbauan tegas kepada pihak agen travel umrah yang bertanggung jawab agar segera melakukan koordinasi intensif dengan maskapai untuk menjadwal ulang (reschedule) tiket penerbangan tanpa membebankan biaya tambahan kepada jemaah.
Pihak travel diminta proaktif menenangkan jemaah serta keluarga mereka, mengingat situasi psikologis jemaah yang sudah melakukan persiapan matang terganggu akibat pembatalan ini. Di sisi lain, KBRI Riyadh juga telah merilis imbauan agar seluruh masyarakat dan perwakilan travel di Indonesia terus memantau perkembangan makro politik keamanan di Arab Saudi secara berkala sebelum memutuskan untuk memberangkatkan rombongan baru ke wilayah semenanjung Arab.