Wednesday 14th of October 2026
×

Skandal Arisan Online Meow Surabaya Naik ke Tahap Penyidikan, Total Kerugian Korban Tembus Rp 4 Miliar

Skandal Arisan Online Meow Surabaya Naik ke Tahap Penyidikan, Total Kerugian Korban Tembus Rp 4 Miliar

--

OTONITY - Kasus dugaan penipuan berskala besar bermodus investasi bodong berkedok pengumpulan dana komunal kembali memakan korban di wilayah Jawa Timur. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim secara resmi menaikkan status penanganan perkara kasus Arisan Online Meow dari tahap penyelidikan ke tingkat penyidikan setelah ditemukan adanya unsur tindak pidana penggelapan dana publik secara terstruktur.

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, menjelaskan bahwa sejauh ini pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dari enam orang wanita yang menjadi korban utama dalam lingkaran arisan fiktif tersebut. Berdasarkan hasil verifikasi berkas administrasi dan bukti transfer perbankan yang diserahkan oleh para pelapor, total akumulasi nilai kerugian materiil riil dalam perkara ini dipastikan menembus angka Rp 4.075.231.000.


Read more: Pria Bawa Golok Saat Bubarkan Kegiatan Keagamaan di Tangerang Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terancam 5 Tahun Penjara

Pusat bidikan hukum kepolisian mengarah tajam pada sosok perempuan berinisial MCL yang bertindak sebagai bandar sekaligus pengelola tunggal dari grup Arisan Meow yang berbasis di Kota Surabaya. Siasat yang dilancarkan oleh MCL tergolong sangat rapi, di mana ia menawarkan skema sistem arisan menurun, sistem flat, hingga sistem bonus kemenangan (win) bernilai tinggi melalui jaringan promosi media sosial untuk memikat minat para ibu rumah tangga dan wanita karier.

Salah seorang korban bernama Ami memaparkan bahwa operasional perputaran dana arisan tersebut awalnya berjalan lancar dan meyakinkan selama kurang lebih sembilan bulan berturut-turut. Namun, petaka finansial mulai pecah saat sistem arisan tersebut mendadak mengalami fase gagal bayar total secara massal. Bukannya memberikan solusi atau pengembalian modal, terlapor MCL justru mengambil langkah ekstrem dengan memblokir seluruh nomor ponsel dan memutus kontak digital dengan para anggotanya.

Read more: Houthi Serang Bandara Riyadh Jadi Penyebab Utama Puluhan Calon Jemaah Umrah Makassar Gagal Terbang ke Tanah Suci Senin Pagi

Sebelum memilih jalur hukum dengan membuat Laporan Polisi (LP) resmi ke Mapolda Jatim, gerombolan korban dilaporkan sempat melakukan berbagai upaya mediasi mandiri. Mereka sempat mendatangi rumah kediaman pelaku, mengadukan perkara perlindungan konsumen ini ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, hingga meminta perlindungan hukum kepada Wakil Wali Kota Surabaya. Namun, karena tidak ada iktikad baik dari terlapor, jalur pidana akhirnya ditempuh.

Sembari mengumpulkan alat bukti sekunder, pihak kepolisian kini tengah mendalami isu panas yang beredar luas di media sosial terkait dugaan penyalahgunaan dana arisan. Aliran uang miliaran rupiah milik para korban dituding sengaja dilarikan dan dicuci oleh MCL untuk mendanai pembangunan aset bisnis kecantikan berupa salon kecantikan dan spa mewah di Surabaya. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa tim penyidik akan melakukan audit forensik perbankan (tracing asset) guna membuktikan kebenaran rumor tersebut secara hukum.

Sumber:

UPDATE TERBARU