Friday 10th of April 2026
×

Geger! Kronologi Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Berawal Dari Firasat Buruk Orang Tua, Begini Kata Pakar Hukum

Geger! Kronologi Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Berawal Dari Firasat Buruk Orang Tua, Begini Kata Pakar Hukum

--

OTONITY.com – Kejadian viral yang menyeret nama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung meminta maaf atas insiden bayi yang nyaris tertukar. Insiden ini kemudian viral di media sosial usai sang ibu bayi, Nina Saleha, 27 tahun, menceritakan keluhannya.

“Segenap manajemen RS Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamya atas ketidaknyamanan peristiwa yang dialami anak Ibu Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan kesehatan di RS Hasan Sadikin,” ujar manajemen Rumah Sakit yang diunggah melalui akun Instagram @rshs_bandung pada Kamis, 9 April 2026.


Read more: Viral! Video Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Manajemen Rumah Sakit Langsung Minta Maaf dan Akan Gelar Evaluasi

Read more: Link Video Wanita dan Pria di Parkiran RSUD Datu Beru Takengon Aceh Diduga Mesum dalam Mobil, Begini Faktanya yang Bikin Shock

Read more: Video Viral Wanita di Aceh Diduga Mesum dalam Mobil Langsung Digrebek Warga Sampai Sang Pria Kabur

Kronologi Insiden Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung

Insiden ini dialami oleh ibu Nina Saleha saat anaknya tengah menjalani masa perawatan. Kronologi bermula ketika Nina kembali ke ruang perawatan usai mencari makanan di lantai bawah rumah sakit.

Sosoknya mengaku sangat terkejut ketika ia mendapati seorang perempuan asing tengah menggendong bayi yang mengenakan baju dan selimut yang sama persis dengan milik anaknya. Setelah diamati dari dekat, bayi tersebut ternyata benar darah dagingnya sendiri.

Di sini, Nina yang panik sekaligus murka langsung merebut kembali sang anak dan melayangkan protes keras kepada perawat yang bertugas. Ironisnya, perawat tersebut berdalih telah memanggil nama Nina beberapa kali tanpa respons sebelum akhirnya menyerahkan sang bayi kepada orang lain.

Tak berhenti di situ, kejanggalan semakin kuat ketika Nina menyadari bahwa gelang identitas penanda pasien di pergelangan tangan bayinya telah dicopot oleh perawat dengan dalih yang tidak lazim, yakni untuk mencegah infeksi virus. Rentetan kejanggalan prosedur ini sempat membuat Nina berspekulasi dan mencurigai adanya praktik terelubung sindikat jual beli bayi di lingkungan rumah sakit tersebut.

Sumber:

UPDATE TERBARU