Sosok Pendakwah SAM yang Diduga Lakukan Pelecehan ke Satri Pakai Iming-Iming Sekolahkan Korban ke Mesir
--
Akan tetapi, usaihubungan terjalin, para korban mulai mengalami tindakan yang diduga mengarah pada pelecehan. erdasarkan penuturan Abi, sebagian korban mengaku kebingungan karena pelaku menggunakan narasi agama untuk membenarkan perbuatannya.
"Nah begitu terjadi (dugaan pelecehan) seperti itu, kaget. Oke, kenapa? Ini kok seorang panutan melakukan hal ini? Ini yang disampaikan oleh beberapa korban. Itu tadi yang sangat mengerikan, yang sangat memilukan. Ketika dalam satu peristiwa itu, dengan mengatakan kok begini Syekh?" katanya.
Abi mengungkap adanya dua bentuk dalih yang digunakan pelaku kepada korban. "Ada dua hal. Pertama, Rasulullah s.a.w. melakukan hal ini dengan Ali bin Abi Thalib Itu yang membuat kami tidak bisa menerimanya.
Read more: Apa Itu Hyperemesis Gravidarum? Gangguan pada Ibu Hamil yang Dialami oleh Aktris Shenina Cinnamon
Read more: Shenina Cinnamon Alami Hyperemesis Gravidarum, Bolak-balik Rumah Sakit untuk Penanganan!
Read more: Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB Viral, Bait Liriknya Mengandung Kata-kata Tak Senonoh!
"Terus yang kedua, ada beberapa korban yang diajak menyaksikan tayangan yang tidak baik, setelah itu (korban bertanya) kok nonton gini? Jawabannya (pelaku), kalau Imam Syafi'i ada, dia juga pasti nonton ini, gitu. Itu ngeri sekali. Ini sama sekali tidak diterima seperti itu. Ngeri sekali ya," ujar Abi.
Abi menyebut bahwa seluruh korban dalam kasus ini merupakan laki-laki atau sesama jenis. Dugaan tindakan pelecehan disebut terjadi dalam berbagai situasi, bahkan ada yang di tempat ibadah.
"Semuanya (korban) sesama jenis atau laki-laki. Nah, itu dia yang sangat mengerikan. Itu bermacam-macam (lokasi kejadiannya). Yang paling mengerikan itu di tempat ibadah," ungkapnya.
Abi menyebut pihaknya belum mendapatkan informasi pasti mengenai terkait keberadaan pelaku. Akan tetapi, SAM diduga masih berada di luar negeri.
"Wallahu'alam, tapi yang kami tahu masih di Mesir dan sudah dilayangkan panggilan dan itu yang saya tahu, bisa di situ saja. Jadi kami tidak sampai ke lanjut hanya menyatakan bahwa ini karena kejadiannya dan korban seperti itu. Yang lainnya setelah itu tidak tahu selanjutnya seperti apa. Namun yang jelas panggilan yang kami tahu sudah dilayangkan. Bahkan kalau nanti panggilan kedua atau panggilan pertama saya tidak tahu," jelasnya.
Abi juga mengungkap bahwa dugaan pelecehan sebenarnya sudah muncul sejak 2021. Saat itu, para korban bersama pengajar dan tokoh agama sempat melakukan tabayun atau klarifikasi terhadap pelaku.
Dalam pertemuan tersebut, SAM disebut sempat meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Namun, kasus kembali mencuat setelah adanya pengakuan baru dari korban pada akhir 2025.
"Di akhir November 2025 kami mendapat wawancara dengan korban melalui Ustazah Oki. Dari situ kami mengetahui bahwa dia belum berubah," ujar Abi.
Sekian yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini mengenai Pendakwah SAM Diduga Lakukan Pelecehan ke Satri.