Saturday 25th of April 2026
×

Adu Jotos! Kronologi Keributan Penumpang KRL Jakarta-Bogor Diduga Dipicu Pelecehan, Ternyata Salah Paham Karena Berdesakan

Adu Jotos! Kronologi Keributan Penumpang KRL Jakarta-Bogor Diduga Dipicu Pelecehan, Ternyata Salah Paham Karena Berdesakan

--

OTONITY.com - Berdasarkan informasi awal, keributan diduga berkaitan dengan dugaan tindakan pelecehan di dalam gerbong. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap kejadian.

Situasi di dalam kereta berhasil dikendalikan setelah petugas turun tangan, sehingga perjalanan dapat kembali berjalan normal. Pihak berwenang diharapkan dapat menindaklanjuti kejadian ini guna memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang.


Adanya keribuatan antara dua penumpang terjadi di dalam KRL relasi Jakarta Kota–Bogor dan viral di media sosial, beberapa waktu lalu. Kejadian ini lalu memicu perhatian publik setelah salah satu pria terlihat meluapkan emosi di dalam gerbong yang tengah dipadati penumpang.

Read more: Video Viral 2 Pria Ribut di KRL Jakarta-Bogor Dipicu Aksi Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Ternyata Begini Kejadian Aslinya

Read more: Bareskrim Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual, Sebut Juri Hafiz Al-Qur'an Ini Sudah Ditahan di Mesir

Read more: Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual ke Santriwan dan Santriwati di Bawah Umur Dengan Dalih Cek Fisik

2 Pria Ribut di KRL Jakarta-Bogor Diduga Pelecehan

Menanggapi kejadian viral ini, manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan kejadian ini terjadi di perjalanan Commuter Line pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 19.05 WIB.

Aksi ini bermula dari dugaan tindakan yang membuat salah satu penumpang merasa tidak nyaman.

“Karena menimbulkan kegaduhan dan mengganggu kenyamanan pengguna lainnya, petugas Pengamanan KRL di atas kereta segera menangani dengan menurunkan keduanya untuk dibawa ke Pos Pengamanan Stasiun Pasar Minggu,” kata Leza dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).

Kemudian usai diamankan, kedua pihak dimintai keterangan oleh petugas. Pada akhirnya, permasalahan tersebut tidak berlanjut ke ranah hukum. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan setelah menyadari adanya kesalahpahaman terkait posisi saat berada di dalam kereta.

Sumber:

UPDATE TERBARU