Viral! Oknum TNI AD Acak-acak Toko di Kemayoran gara-gara Biaya Admin QRIS Rp1.000, Kini Pilih Jalur Damai
--
OTONITY.com - Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) tengah mendalami kasus perusakan sebuah toko kelontong di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang melibatkan oknum prajuritnya. Insiden yang terekam kamera CCTV dan viral di media sosial ini dipicu oleh perselisihan terkait biaya administrasi transaksi digital atau QRIS sebesar Rp1.000. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026, di Toko Kelontong "Adi Jaya" yang berlokasi di Jalan Kodam Raya. Berdasarkan keterangan saksi mata dan warga sekitar, insiden bermula saat seorang anggota TNI AD berinisial Sertu AW hendak membeli rokok. Read more: Update Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Tersangka Ashari Buron, Kemenag Resmi Cabut Izin Operasional Karena tidak membawa uang tunai, Sertu AW memilih membayar menggunakan fitur QRIS. Penjaga toko kemudian menjelaskan bahwa untuk transaksi tersebut dikenakan biaya admin tambahan sebesar Rp1.000. Namun, oknum tersebut dilaporkan tidak terima dan terlibat cekcok mulut dengan dua orang penjaga toko. Ketegangan meningkat saat Sertu AW diduga melakukan tindakan fisik terhadap penjaga toko. Menurut laporan warga, setelah keributan awal, oknum tersebut sempat kembali ke markasnya yang tidak jauh dari lokasi dan mengajak rekan-rekan lainnya. Tak lama kemudian, lebih dari 10 orang diduga oknum TNI AD mendatangi toko tersebut dan melakukan aksi anarkis. Video yang beredar memperlihatkan kondisi toko yang berantakan; etalase rokok pecah, kulkas es krim rusak, hingga barang dagangan yang berserakan di lantai.