Ponpes Ndholo Kusumo Pati Ditutup Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Kiai Ashari Pada Santriwati Sejak Tahun 2020 Hingga 2024
--
OTONITY.com - Menanggapi buntut kasus dugaan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia resmi menutup Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Dinyatakan seluruh lembaga pendidikan formal di bawah yayasan yang sama dipastikan tetap beroperasi normal. Kepala Kantor Kemenag Pati, Ahmad Syaiku menegaskan bahwa yang ditutup hanya aktivitas pondok pesantren, sedangkan unit pendidikan formal mulai jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Madrasah Aliyah (MA) tetap berjalan seperti biasa.
“Yang kami tutup itu hanya pondok pesantrennya. Sekolah-sekolahnya masih tetap beroperasi,” ujar Syaiku, Jumat (8/5/2026).
Maka dari itu, masyarakat sekitar yang selama ini bersekolah di yayasan tersebut tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa gangguan. Kemenag Pati kini fokus melakukan mitigasi terhadap ratusan santri yang sebelumnya tinggal di asrama pesantren.
Ponpes Ndholo Kusumo Pati Ditutup Pembelajaran Dilakukan Secara Daring
Diketahui melalui pendataan terakhir bahwa terdapat sejumlah total terdapat 252 santri putra dan putri yang akan dipindahkan ke pondok pesantren lain yang siap menampung. Berikut ini adalah informasi selengkapnya!
“Santri yang membutuhkan tempat mondok akan kami pindahkan ke madrasah atau pondok pesantren lain yang memiliki fasilitas asrama,” jelasnya.