Saturday 9th of May 2026
×

Erupsi Gunung Dukono Gegerkan Warga Halmahera Utara Setelah Dapat Status Waspada Sejak 2008, 17 Orang Berhasil Dievakuasi

Erupsi Gunung Dukono Gegerkan Warga Halmahera Utara Setelah Dapat Status Waspada Sejak 2008, 17 Orang Berhasil Dievakuasi

--

OTONITY.com  - Berikut ini adalah update informasi mengenai Erupsi Gunung Dukono yang sudah kami siapkan khusus untuk kamu! Diketahui bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono kembali menjadi perhatian dunia setelah letusan besar pada Jumat, 8 Mei 2026, menewaskan tiga pendaki dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran di Halmahera Utara.

Gunung yang berada di Maluku Utara itu diketahui memuntahkan abu vulkanik hingga mencapai sekitar 10 kilometer ke atmosfer, disertai lontaran batu pijar dan material panas dari kawah utama.


Read more: Letusan Gunung Dukono di Halmahera Tewaskan Tiga Pendaki, 1 WNA dan 2 WNI Tim Penyelamat Masih Lanjutkan Pencarian

Read more: WASPADA! Modus Mafia Paket Retur COD Mulai Marak Diperjualbelikan Kiloan Sebagai Blindbox dengan Harga Miring Netizen Murka

Read more: Laka Bus ALS Tewaskan 16 Korban, Polisi Ungkap Sopir Hindari Lubang Sebelum Menabrak Truk Tangki Pengangkut BBM

1 WNA dan 2 WNI Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono 

Insiden tragis tersebut terjadi ketika sekelompok pendaki berada di sekitar kawasan puncak meski otoritas telah mengeluarkan larangan aktivitas pendakian sejak beberapa minggu sebelumnya.

Dari total rombongan sekitar 20 orang yang terdiri dari wisatawan Indonesia dan asing, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sementara belasan lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat maupun luka ringan.

Tim SAR menghadapi tantangan berat dalam proses evakuasi karena erupsi masih berlangsung secara berkala. Selain medan gunung yang curam, hujan abu dan lontaran material vulkanik membuat proses pencarian harus dihentikan sementara pada malam hari demi keselamatan petugas. Beberapa porter dan pemandu lokal tetap bertahan di area perlindungan untuk membantu proses penyelamatan korban yang masih berada di sekitar jalur pendakian.

Menurut keterangan sejumlah saksi, tanda-tanda aktivitas tidak biasa sebenarnya sudah terlihat beberapa hari sebelum letusan besar terjadi. Suara gemuruh dari dalam gunung hingga perubahan aktivitas kawah disebut mulai dirasakan para pemandu lokal. Namun sebagian pendaki tetap memilih melanjutkan perjalanan demi mencapai bibir kawah dan merekam aktivitas vulkanik dari jarak dekat.

Sumber:

UPDATE TERBARU